Polemik Kalung Antikorona Jangan Bikin Bingung

Selasa, 07 Juli 2020 - 07:20 WIB
Perjuangan Indonesia menangani Covid-19 masih sangat panjang. Terhitung dari 2 Maret 2020 atau saat awal pemerintah menyatakan ada kasus positif Covid-19, berarti Indonesia sudah lebih dari empat bulan berjibaku melawan persebaran virus yang diduga kuat dari Wuhan, China, tersebut. Semua paham, empat bulan berjalan, belum ada penanganan kasus yang signifikan. Angka-angka penurunan kematian atau kasus saat ini pun hakikatnya semu karena belum memotret kondisi kesehatan secara keseluruhan. Masalah kian kompleks manakala di saat kondisi yang belum terang ini, ada upaya untuk mendorong pelonggaran-pelonggaran atas nama kepentingan ekonomi, sosial, dan sebagainya.

Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian itu, sudah saatnya semua menjaga kehati-hatian. Pun termasuk pemerintah yang selama ini berulang kali membuat kebijakan berkesan membingungkan. Rakyat sudah bosan dengan pernyataan-pernyataan. Yang dibutuhkan adalah aksi nyata melakukan penyelamatan warga agar korban yang terpapar semakin sedikit dan virus benar-benar hilang.

Bisa jadi inovasi yang dilakukan Kementan dengan membuat kalung antivirus adalah sebuah ikhtiar kebaikan. Namun, jika ekstrak Eucalyptus itu diketahui baru mampu melawan influenza atau bersifat meredam pernapasan, bukan Covid-19, tentu pernyataan pemerintah akan memproduksi besar-besaran pada Agustus mendatang cenderung berlebihan. Belum lagi berpikir soal kemampuan bahan baku, pendistribusian, tentu soal kalung tak berhenti pada kebanggaan dalam pernyataan.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!