Pelajaran Krisis untuk Bertahan dan Bangkit

Senin, 24 Oktober 2022 - 08:09 WIB
Masih lekat di ingatan kita, krisis moneter yang menimpa Indonesia pada 1997, di mana dapat dikatakan pemerintah saat itu tidak memiliki persiapan dan mitigasi yang memadai menghadapi krisis.

Ketika krisis moneter melanda, analisa terhadap kemungkinan krisis (early warning system/EWS) belum menjadi perhatian pemerintah maupun pelaku ekonomi lainnya kala itu. Sehingga pada saat terjadinya krisis menimbulkan biaya yang cukup besar pada perekonomian Indonesia. Kesadaran pentingnya suatu upaya mengantisipasi krisis termasuk menjaga stabilitas sistem keuangan menjadi langkah yang perlu dilakukan oleh setiap negara.

Sejatinya, manajemen krisis adalah kunci utama untuk dapat memitigasi krisis melalui kebijakan dalam penyelesaian masalah hingga tahap recovery. Hal ini dilaksanakan dalam rangka mencegah situasi destruktif/meningkat yang berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi lembaga, publik, karyawan, maupun pemangku kepentingan.

Indonesia hingga kini setidaknya telah berhasil melalui badai krisis yang terjadi beberapa kali sejak kemerdakaan negara. Pengalaman penanganan krisis ini telah ditulis oleh berbagai ahli yang dikoordinir oleh Kemenkeu tentang penanganan kesehatan, menjaga kestabilan ekonomi makro–fiskal, kerja sama pembiayaan, perlindungan pada masyarakat, perubahan kelembagaan, hingga berbagai dinamika regional.

Melalui berbagai pengalaman dalam melewati krisis tersebut dapat digunakan sebagai bekal bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama pemangku kebijakan, agar lebih siap dalam menghadapi krisis yang terjadi. “Lebih baik mencegah daripada mengobati” adalah ungkapan kebajikan yang tepat tatkala dunia dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi dan ancaman krisis.

Peran Pemerintah

Berada dalam gejolak ketidakpastian ekonomi dunia dan ancaman krisis bagi setiap negara mutlak memerlukan peran pemerintah untuk mengatur berbagai dinamika yang terjadi. Tidak ada satu negarapun di dunia ini yang tidak melibatkan peran pemeritah dalam sistem perekonomiannya, terutama ketika krisis melanda.

Peran negara dalam perekonomian masih sangat relevan. Berkaca dari pengalaman penanganan pemerintah dalam menghadapi resesi ekonomi akibat pandemi, di mana kala itu pemerintah berkomitmen menangani krisis kesehatan maupun ekonomi yang terjadi dengan seimbang melalui berbagai pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hal tersebut selanjutnya berdampak positif terhadap permintaan domestik yang tercermin dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,93% serta peningkatan kapasitas produksi yang tercermin dari pembentukan modal tetap bruto yang tumbuh 7,54%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!