Krisis Global, Pergeseran Kekuasaan, dan Ujian Stabilitas Indonesia

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:35 WIB
loading...
Krisis Global, Pergeseran...
Harryanto Aryodiguno, Ph.D, Ass. Prof. International Relations, President University. Foto/Dok. SindoNews
A A A
Harryanto Aryodiguno, Ph.D
Ass. Prof. International Relations, President University

PERINTAH peningkatan kesiapsiagaan TNI dan langkah diplomatik pemerintah Singapura yang menghubungi para pemimpin negara-negara Teluk untuk membahas keselamatan warga negaranya seharusnya tidak dipahami sebagai respons teknis yang berdiri sendiri. Kedua perkembangan tersebut justru menunjukkan bahwa negara-negara di Asia Tenggara mulai membaca dinamika konflik di Timur Tengah dengan lebih serius.

Di Indonesia, telegram Panglima TNI memerintahkan peningkatan kesiapsiagaan personel dan alat utama sistem persenjataan, patroli terhadap objek vital strategis, pengawasan udara selama dua puluh empat jam, serta pemantauan kondisi warga negara Indonesia di wilayah yang berpotensi terdampak konflik. Sementara itu, pemerintah Singapura memilih pendekatan diplomatik dengan melakukan komunikasi langsung dengan para pemimpin negara Teluk guna memastikan perlindungan terhadap warga negaranya yang berada di kawasan tersebut.

Jika dilihat secara lebih luas, kedua langkah ini menunjukkan bahwa negara-negara di kawasan tidak lagi memandang ketegangan di Timur Tengah sekadar sebagai konflik regional biasa. Situasi tersebut semakin sering dipahami sebagai bagian dari dinamika perubahan yang lebih besar dalam sistem internasional.

Dalam diskursus hubungan internasional, kondisi ini sering dikaitkan dengan gagasan power transition, yaitu proses pergeseran distribusi kekuasaan dari satu kekuatan dominan menuju kekuatan lain yang sedang meningkat. Dalam konteks global saat ini, Amerika Serikat masih merupakan kekuatan militer dan institusional yang sangat dominan dalam sistem internasional. Namun di saat yang sama, China terus memperluas pengaruhnya melalui kekuatan ekonomi, teknologi, serta jaringan diplomasi yang semakin luas.

Situasi ini tidak berarti bahwa transisi kekuasaan telah selesai atau bahwa dominasi Amerika Serikat telah berakhir. Akan tetapi, berbagai konflik regional yang muncul dalam beberapa tahun terakhir sering kali dipahami sebagai gejala dari sistem internasional yang sedang bergerak dari konfigurasi unipolar menuju kondisi yang lebih kompetitif dan multipolar.

Dalam kondisi seperti ini, konflik di berbagai kawasan—termasuk Timur Tengah—sering kali memiliki implikasi yang jauh melampaui wilayah geografis tempat konflik tersebut terjadi. Ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut dapat mempengaruhi stabilitas energi global, jalur perdagangan internasional, serta dinamika keamanan regional di berbagai belahan dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Pilihan Praperadilan...
Pilihan Praperadilan untuk Roy Suryo dan Sidang untuk dr Tifa dalam Polemik Ijazah Jokowi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Jalur Medan-Berastagi...
Jalur Medan-Berastagi Tak Lagi Memadai
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Rekomendasi
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved