Memimpin Perubahan untuk Perbaikan

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 15:40 WIB
Ibarat katak yang direbus di dalam panci. Jika katak dimasukkan ke dalam panci berisi air panas, maka secara spontan dia akan melompat keluar. Beda jika ia dimasukkan ke dalam panci yang berisi air biasa, lalu perlahan dipanaskan. Sang katak niscaya mati terebus di dalamnya.

Menuju Perbaikan

Perubahan itu untuk perbaikan. Itulah kata-kata yang selalu penulis pikirkan saat masuk ke penugasan baru. Setiap masuk ke sebuah organisasi baru, jangan percaya bahwa organisasi tersebut tidak memerlukan perubahan. Pasti butuh perubahan!

Setiap pemimpin itu harus memimpin perubahan ke arah perbaikan bersama. Komunikasi antarbagian menjadi target perubahan lainnya. Dengan kerja sama yang baik, proses perubahan akan berjalan lebih efektif. Namun, jika melihat ada yang telah lama berada pada zona nyaman, perlu “pukulan” yang membuat mereka bangun dan sadar urgensi perubahan.

Setiap perubahan pasti akan menemui batu sandungan. Tidak ada perubahan yang berjalan seratus persen lancar tanpa hambatan. Karenanya perlu dikembangan strategi komunikasi yang egaliter dan dilahirkan inovasi-inovasi baru yang nyata. Betapa pentingnya keberanian seorang pemimpin dalam mendorong dan mewujudkan inovasi.

Menghadapi kombinasi antara kompetisi, tantangan, dan perubahan harus ditransformasi menjadi kebiasaan hidup sehari-hari. Kebudayaan baru yang terbangun akan menjadi lebih inovatif dan produktif yang melahirkan kepemimpinan bagi kemajuan bangsa.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!