Presiden, Pimpinlah Perang Melawan Gagal Ginjal Anak
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 15:09 WIB
Dugaan sementara penyakit ini disebabkan oleh obat demam cair yang mengandung Etilen Glikol (EG) sehingga pada Kamis (20/10), BPOM mengumumkan penarikan lima produk obat sirup untuk demam, batuk, dan pilek yang kadar EG-nya melebihi ambang batas menurut pengujian laboratorium. Sebelumnya, tersiar kabar bahwa produk obat sirup anak yang berbahaya itu produk dari luar negeri karena banyaknya kasus serupa di India dan Bangladesh.
BPOM menyinyalir kandungan EG yang melebihi batas dalam obat sirup anak itu bukan satu-satunya sebab. Tapi, ada kemungkinan sebab lain yang sekarang sedang dipastikan oleh para ahli dan lembaga yang kompeten menangani.
Yang perlu ditegaskan di sini adalah reaksi cepat dari semua pemangku kepentingan agar masyarakat bisa melakukan pencegahan sedini mungkin atas kejadian ini. Jangan sampai ratusan korban terus bertambah karena ketidakcepatan dan ketidakcermatan kebijakan dan penanganan di lapangan.
Jangan biarkan para orang tua dalam kebingungan ketika harus merawat anaknya yang sedang terkena demam, batuk, dan pilek. Lakukan upaya maksimal agar korban meninggal dunia anak-anak Indonesia tidak bertambah lagi akibat penyakit ini.
Jika otoritas kesehatan di atas (Kemenkes, BPOM, Puslabfor dll) merasa kewalahan dan tidak mampu, harus secepatnya meminta Presiden Republik Indonesia segera turun tangan.
Selamatkan generasi Indonesia. Sebenarnya tanpa diminta oleh pelaksana, Presiden seharusnya tanggap dan segera menjadikan kejadian ini sebagai perhatian khusus. Segera lakukan langkah darurat yang serius dan cepat agar wabah ini bisa segera ditangani.
BPOM menyinyalir kandungan EG yang melebihi batas dalam obat sirup anak itu bukan satu-satunya sebab. Tapi, ada kemungkinan sebab lain yang sekarang sedang dipastikan oleh para ahli dan lembaga yang kompeten menangani.
Yang perlu ditegaskan di sini adalah reaksi cepat dari semua pemangku kepentingan agar masyarakat bisa melakukan pencegahan sedini mungkin atas kejadian ini. Jangan sampai ratusan korban terus bertambah karena ketidakcepatan dan ketidakcermatan kebijakan dan penanganan di lapangan.
Jangan biarkan para orang tua dalam kebingungan ketika harus merawat anaknya yang sedang terkena demam, batuk, dan pilek. Lakukan upaya maksimal agar korban meninggal dunia anak-anak Indonesia tidak bertambah lagi akibat penyakit ini.
Jika otoritas kesehatan di atas (Kemenkes, BPOM, Puslabfor dll) merasa kewalahan dan tidak mampu, harus secepatnya meminta Presiden Republik Indonesia segera turun tangan.
Selamatkan generasi Indonesia. Sebenarnya tanpa diminta oleh pelaksana, Presiden seharusnya tanggap dan segera menjadikan kejadian ini sebagai perhatian khusus. Segera lakukan langkah darurat yang serius dan cepat agar wabah ini bisa segera ditangani.
Lihat Juga :