Darurat Kebocoran Data, Ketua DPP Perindo Dorong Pembentukan Satgas Khusus
Senin, 12 September 2022 - 08:29 WIB
”Setidaknya beberapa penyebab Bjorka menarik perhatian publik yaitu, menyebut dan menyerang Menkominfo Jonny G Plate, lalu mengancam membocorkan data leaks Istana dan sudah dilakukan. Terakhir yang membuat viral karena Bjorka menyerang Denny Siregar sehingga mendapatkan banyak balasan viral di Twitter,” ucapnya.
Mantan anggota Komisi I DPR ini menilai, penyebab utama banyaknya kebocoran data di Tanah Air antara lain karena ketidaksiapan stakeholders menghadapi arus kencang perubahan siber. Hal itu terlihat dari belum adanya UU PDP, UU KKS yang pada akhirnya lembaga negara serta kementerian ini tanpa petunjuk jelas dan tegas dalam melakukan digitalisasi serta pengamanan siber di lembaga masing-masing.
Baca juga: Dalami Kasus Dugaan Data Bocor, BSSN Gandeng PSE
Penyebab lainnya adalah banyaknya sistem informasi aplikasi yang dibangun lebih dari 24.000 aplikasi dan lebih dari 2.700 database, ini diperparah dengan pengamanan yang seadanya bahkan aplikasi yang tidak terpakai masih banyak yang online dengan tanpa pengawasan sama sekali, alias diabaikan.
”Pada kenyataannya yang jadi masalah ancaman siber belum diutamakan. Kesadaran keamanan informasi belum dimiliki oleh pemimpin dan kesadaran masyarakat juga masih sangat lemah,dianggap ancaman siber itu tidak nyata. Padahal siber ini senjata yang paling ampuh untuk kuasai dunia,” paparnya.
Mantan anggota Komisi I DPR ini menilai, penyebab utama banyaknya kebocoran data di Tanah Air antara lain karena ketidaksiapan stakeholders menghadapi arus kencang perubahan siber. Hal itu terlihat dari belum adanya UU PDP, UU KKS yang pada akhirnya lembaga negara serta kementerian ini tanpa petunjuk jelas dan tegas dalam melakukan digitalisasi serta pengamanan siber di lembaga masing-masing.
Baca juga: Dalami Kasus Dugaan Data Bocor, BSSN Gandeng PSE
Penyebab lainnya adalah banyaknya sistem informasi aplikasi yang dibangun lebih dari 24.000 aplikasi dan lebih dari 2.700 database, ini diperparah dengan pengamanan yang seadanya bahkan aplikasi yang tidak terpakai masih banyak yang online dengan tanpa pengawasan sama sekali, alias diabaikan.
”Pada kenyataannya yang jadi masalah ancaman siber belum diutamakan. Kesadaran keamanan informasi belum dimiliki oleh pemimpin dan kesadaran masyarakat juga masih sangat lemah,dianggap ancaman siber itu tidak nyata. Padahal siber ini senjata yang paling ampuh untuk kuasai dunia,” paparnya.
Lihat Juga :