10 Kesaksian Terbaru Bripka RR soal Pelecehan Seksual dan Pembunuhan Brigadir J
Kamis, 08 September 2022 - 18:52 WIB
8. Tolak Perintah Ferdy Sambo untuk Tembak Brigadir
Bripka RR mengaku sempat diminta Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Mendengar perintah itu, Bripka RR menolak dengan mengatakan dirinya tak berani dan tidak kuat mental.
Pertanyaan berani-tidak tembak Brigadir J dilontarkan Ferdy Sambo di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel). Hal itu diungkapkan pengacara Erman Umar atas kesaksian kliennya, Bripka RR. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/7).
9. Ferdy Sambo Tanya Peristiwa Magelang
Sebelum ditanya soal kesanggupan menembak Brigadir J, Bripka RR ditanya soal insiden di Magelang. Bripka RR mengaku tidak tahu soal peristiwa tersebut. Lalu Ferdy Sambo menyampaikan bahwa Putri Candrawathi telah dilecehkan Brigadir J. Saat itu Ferdy Sambo menceritakannya sambil menangis dan emosi.
Kemudian Bripka RR diminta memanggil Bharada E. Bripka RR turun ke lantai 1 menggunakan lift lalu meminta Bharada E untuk menghadap Ferdy Sambo. Setelah itu, Bripka RR duduk di halaman depan. Tak lama kemudian, dia melihat Putri Candrawathi sudah terlihat di garasi depan rumah Saguling.
10. Ferdy Sambo Perintahkan Brigadir J Jongkok Sebelum Dieksekusi
Di rumah dinas Duren Tiga, Bripka RR diminta Kuat Ma'ruf menghampiri Brigadir J di taman samping. Mereka bertiga lalu menemui Ferdy Sambo di ruang tengah. Di sana sudah ada Ferdy Sambo dan Bharada E. Setelah itu, Bripka RR hanya ingat perintah Ferdy Sambo kepada Brigadir J untuk jongkok. Brigadir J enggan. Dia melangkah mundur sambil mengangkat kedua tangan di depan dada dan berkata 'eh ada apa ini?’
Bripka RR mengatakan Bharada E lalu menembak dada Brigadir J menggunakan senjata miliknya. Brigadir J pun jatuh telungkup dekat tangga, tepatnya di depan kamar mandi.
Bripka RR sempat berjalan ke arah dapur karena mendengar Brigadir Romer memanggil lewat HT. Namun saat itu dia tak menemukan siapa pun di ruang tengah sehingga kembali ke ruang tengah.
Atas kesaksian-kesaksian tersebut, Erman selaku pengacara menyampaikan bahwa Bripka RR yang sama sekali tidak melihat adanya dugaan pelecehan atau kekerasan seksual kepada Putri Candrawathi yang diduga menjadi motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.
Bripka RR mengaku sempat diminta Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Mendengar perintah itu, Bripka RR menolak dengan mengatakan dirinya tak berani dan tidak kuat mental.
Pertanyaan berani-tidak tembak Brigadir J dilontarkan Ferdy Sambo di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan (Jaksel). Hal itu diungkapkan pengacara Erman Umar atas kesaksian kliennya, Bripka RR. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/7).
9. Ferdy Sambo Tanya Peristiwa Magelang
Sebelum ditanya soal kesanggupan menembak Brigadir J, Bripka RR ditanya soal insiden di Magelang. Bripka RR mengaku tidak tahu soal peristiwa tersebut. Lalu Ferdy Sambo menyampaikan bahwa Putri Candrawathi telah dilecehkan Brigadir J. Saat itu Ferdy Sambo menceritakannya sambil menangis dan emosi.
Kemudian Bripka RR diminta memanggil Bharada E. Bripka RR turun ke lantai 1 menggunakan lift lalu meminta Bharada E untuk menghadap Ferdy Sambo. Setelah itu, Bripka RR duduk di halaman depan. Tak lama kemudian, dia melihat Putri Candrawathi sudah terlihat di garasi depan rumah Saguling.
10. Ferdy Sambo Perintahkan Brigadir J Jongkok Sebelum Dieksekusi
Di rumah dinas Duren Tiga, Bripka RR diminta Kuat Ma'ruf menghampiri Brigadir J di taman samping. Mereka bertiga lalu menemui Ferdy Sambo di ruang tengah. Di sana sudah ada Ferdy Sambo dan Bharada E. Setelah itu, Bripka RR hanya ingat perintah Ferdy Sambo kepada Brigadir J untuk jongkok. Brigadir J enggan. Dia melangkah mundur sambil mengangkat kedua tangan di depan dada dan berkata 'eh ada apa ini?’
Bripka RR mengatakan Bharada E lalu menembak dada Brigadir J menggunakan senjata miliknya. Brigadir J pun jatuh telungkup dekat tangga, tepatnya di depan kamar mandi.
Bripka RR sempat berjalan ke arah dapur karena mendengar Brigadir Romer memanggil lewat HT. Namun saat itu dia tak menemukan siapa pun di ruang tengah sehingga kembali ke ruang tengah.
Atas kesaksian-kesaksian tersebut, Erman selaku pengacara menyampaikan bahwa Bripka RR yang sama sekali tidak melihat adanya dugaan pelecehan atau kekerasan seksual kepada Putri Candrawathi yang diduga menjadi motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.
(muh)
Lihat Juga :