Perlu Aturan Tegas Sampah Plastik di Lokasi Wisata

Senin, 05 September 2022 - 20:07 WIB
Tingkat pencemaran mikroplastik itu, kata Reza, merupakan hasil penelitian lapangan dari program MicroSEAP, program kolaborasi antara BRIN, DCA, dan Burung Indonesia dengan University of Portsmouth UK. MicroSEAP adalah sebuah program riset kolaborasi untuk mendapatkan data terkait bagaimana mikroplastik memberikan dampak pada perairan, biota laut, serta memberikan rekomendasi terkait kebijakan di Indonesia dalam sudut pandang regional ASEAN.

Dari sudut pandang kesehatan, plastik ternyata memiliki dampak buruk untuk tubuh manusia. Nutrisionis, Rita Ramayulis menjelaskan, mikroplastik bisa masuk ke tubuh manusia melalui saluran pencernaan dan pernapasan.

"Jika mikroplastik sudah masuk ke dalam tubuh, cara menurunkan efek dan risiko seperti menjadi penyebab kanker dan gangguan organ reproduksi, dan atau penyakit lainnya adalah kita dapat meningkatkan barrier tubuh kita agar dapat mengeluarkan mikroplastik yakni meningkatkan kesehatan pencernaan, meningkatkan fungsi sel-sel imunitas, dan meningkatkan pengeluaran cairan melalui urin dan keringat," katanya.

Influencer, Marischka Prudence mengatakan, aktivitas manusia, termasuk kegiatan pariwisata, juga berpotensi menghasilkan sampah. Kondisi ini tentu saja bisa berdampak buruk bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan dan dirasakan pula oleh para penikmat wisata selam, diving influencer, dan travel blogger.

"Influencer dapat mengajak untuk mengurangi dan menanggulangi sampah melalui konten yang menarik, namun aksi bersih-bersih saja memang tidak cukup. Hal ini harus dibarengi dengan dukungan pemerintah melalui kebijakan dan implementasi yang tegas," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!