Sobary: Media Kurang All Out Awasi Penanganan Pagebluk Covid-19
Selasa, 30 Juni 2020 - 14:03 WIB
Segala kebijakan dan tindak tanduk pemerintah perlu diawasi dan dikritik dengan parameter yang jelas. Dia mengatakan orang boleh tak suka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Akan tetapi, perasaan tak suka itu tidak boleh mengorbankan nasib dan hari depan Negara ini. Sobary menilai ada orang yang terlalu berlebihan dalam membenci mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
“Menebar fitnah, caci maki, dan memasang jerat politik untuk menjebak presiden dan bisa mengorbankan banyak pihak. Ini politik busuk yang keluar dari jiwa-jiwa yang juga busuk,” tegasnya.
Di sisi lain, peran media massa sangat penting dalam mendukung, mengawasi, dan mengkritik kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Menurut Sobary, media kurang all out dalam melawan pagebluk Covid-19.
“Sering media begitu netral dan tidak memihak pada segenap kebijakan melawan pandemi ini. Media harus memihak pada politik besar melawan pandemi ini dengan kredo jurnalistik yang diciptakan khusus untuk situasi ini,” tutur Sobary.
Akan tetapi, perasaan tak suka itu tidak boleh mengorbankan nasib dan hari depan Negara ini. Sobary menilai ada orang yang terlalu berlebihan dalam membenci mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
“Menebar fitnah, caci maki, dan memasang jerat politik untuk menjebak presiden dan bisa mengorbankan banyak pihak. Ini politik busuk yang keluar dari jiwa-jiwa yang juga busuk,” tegasnya.
Di sisi lain, peran media massa sangat penting dalam mendukung, mengawasi, dan mengkritik kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Menurut Sobary, media kurang all out dalam melawan pagebluk Covid-19.
“Sering media begitu netral dan tidak memihak pada segenap kebijakan melawan pandemi ini. Media harus memihak pada politik besar melawan pandemi ini dengan kredo jurnalistik yang diciptakan khusus untuk situasi ini,” tutur Sobary.
Lihat Juga :