Fadli Zon Usulkan Jalan Kramat Raya Jakarta Diganti Menjadi WR Soepratman
Jum'at, 29 Juli 2022 - 16:01 WIB
Pada 1919 WR Soepratman diangkat menjadi guru serta mendirikan Jazz Band, Black and White di Makassar dalam binaan WM Van Eldik hingga 1924. Setelah itu ia ke Surabaya dan ke Bandung untuk menjadi wartawan Surat Kabar 'Kaoem Moeda'.
Baca juga: Riwayat 5 Pahlawan Asal Jakarta yang Diabadikan Jadi Nama Jalan
Sebagai wartawan Surat kabar Sin Po, WR Soepratman rajin mengunjungi rapat-rapat pergerakan Nasional di gedung Pertemuan Gang Kenari Jakarta dan mulai mencipta lagu Indonesia Raya di tahun 1928. Semula WR Soepratman menciptakan lagu Indonesia Raya dengan judul 'Indones, Indones, Merdeka, Merdeka' sehingga ia dikejar oleh Polisi Hindia Belanda.
Kongres Pemuda-pemuda Indonesia ke II di Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda, mengakui lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Dalam kongres itu dinyanyikan lagu Indonesia Raya dengan iringan gesekan biola WR Soepratman. Namun lagu tersebut tetap dilarang untuk dinyanyikan sampai tentara Jepang mengizinkan tahun 1944.
Baca juga: Riwayat 5 Pahlawan Asal Jakarta yang Diabadikan Jadi Nama Jalan
Sebagai wartawan Surat kabar Sin Po, WR Soepratman rajin mengunjungi rapat-rapat pergerakan Nasional di gedung Pertemuan Gang Kenari Jakarta dan mulai mencipta lagu Indonesia Raya di tahun 1928. Semula WR Soepratman menciptakan lagu Indonesia Raya dengan judul 'Indones, Indones, Merdeka, Merdeka' sehingga ia dikejar oleh Polisi Hindia Belanda.
Kongres Pemuda-pemuda Indonesia ke II di Jakarta pada tanggal 27-28 Oktober 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda, mengakui lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Dalam kongres itu dinyanyikan lagu Indonesia Raya dengan iringan gesekan biola WR Soepratman. Namun lagu tersebut tetap dilarang untuk dinyanyikan sampai tentara Jepang mengizinkan tahun 1944.
(abd)
Lihat Juga :