LBM Eijkman Beri Kabar Gembira soal Perkembangan Vaksin COVID-19
Jum'at, 26 Juni 2020 - 13:48 WIB
“Jadi mohon doa restu agar kami bisa menyelesaikan itu sebelum bulan Maret tahun depan sehingga Biofarma punya waktu cukup untuk lakukan uji klinis,” ucap Amin.
Amin pun memaparkan hambatan yang dialami LBM Eijkman Institute yang salah satunya terkait anggaran. Pihaknya mendapatkan alokasi dana Rp5 miliar untuk menyelesaikan lab scale dan juga kerja sama dengan peneliti Indonesia di luar negeri.
Tentu nantinya uji klinik itu akan membutuhkan biaya yang lebih besar yang mana itu akan ditanggung oleh Biofarma. Hambatan lainnya yakni terkait pengadaan sejumlah peralatan. (Baca juga: Pakar WHO: Covid-19 Belum Mencapai Puncak Infeksi di Amerika)
“Hambatan paling serius adalah pengadaan beberapa reagen yang harus impor saat ini transportasi terhambat terlebih negara lain juga membutuhkan reagen yang sama sehingga kita harus berkompetisi,” paparnya.
Menurut Amin, vaksin yang dikembangkan LBM Eijkman adalah vaksin merah putih yang dikembangkan oleh Indonesia sendiri, untuk Indonesia sendiri dan juga berasal dari virus yang ada di Indonesia. Sehingga, pihaknya melakukan sequencing virus-virus (pengurutan DNA virus) yang ada di Indonesia dan saat ini baru terkumpul 10 dan akan terus dikumpulkan sampai 100.
Amin pun memaparkan hambatan yang dialami LBM Eijkman Institute yang salah satunya terkait anggaran. Pihaknya mendapatkan alokasi dana Rp5 miliar untuk menyelesaikan lab scale dan juga kerja sama dengan peneliti Indonesia di luar negeri.
Tentu nantinya uji klinik itu akan membutuhkan biaya yang lebih besar yang mana itu akan ditanggung oleh Biofarma. Hambatan lainnya yakni terkait pengadaan sejumlah peralatan. (Baca juga: Pakar WHO: Covid-19 Belum Mencapai Puncak Infeksi di Amerika)
“Hambatan paling serius adalah pengadaan beberapa reagen yang harus impor saat ini transportasi terhambat terlebih negara lain juga membutuhkan reagen yang sama sehingga kita harus berkompetisi,” paparnya.
Menurut Amin, vaksin yang dikembangkan LBM Eijkman adalah vaksin merah putih yang dikembangkan oleh Indonesia sendiri, untuk Indonesia sendiri dan juga berasal dari virus yang ada di Indonesia. Sehingga, pihaknya melakukan sequencing virus-virus (pengurutan DNA virus) yang ada di Indonesia dan saat ini baru terkumpul 10 dan akan terus dikumpulkan sampai 100.
Lihat Juga :