TNI AL Gagalkan Penyelundupan Miras Senilai Rp8,8 Miliar dari Malaysia
Senin, 27 Juni 2022 - 20:37 WIB
Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono mengatakan kronologi penangkapan berawal dari informasi intelijen yang diterima oleh tim F1QR Lantamal XII Pontianak bahwa akan ada upaya penyelundupan minuman keras ilegal dari Malaysia. Foto/MPI
JAKARTA - Tim Fleet 1 Quick Response (F1QR) Lantamal XII Pontianak TNI AL berhasil menggagalkan penyelundupan minuman keras di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (26/6/2022) kemarin. Penyelundupan dilakukan dengan menggunakan 2 unit truk dan satu truk kontainer yang sedang melakukan loading barang.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono mengatakan kronologi penangkapan berawal dari informasi intelijen yang diterima oleh tim F1QR Lantamal XII Pontianak bahwa akan ada upaya penyelundupan minuman keras ilegal dari Malaysia. Baca juga: Didampingi KSAL, Megawati Resmikan Kapal Perang KRI Bung Karno-369
Menurut Heri, Tim F1QR Lantamal XII Pontianak langsung melaksanakan briefing selanjutnya bergerak menuju daerah yang dicurigai dan bergabung dengan Tim Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar) untuk pengintaian.
"Benar saja kemudian Tim gabungan mengidentifikasi dan mencurigai sebuah truk dan membuntuti truk yang dicurigai sedang loading muatan minuman keras ilegal Malaysia dari sebuah truk kontainer ke 2 buah truk yang lebih kecil," ujar Heri dalam keterangannya, Senin (27/6/2022) malam.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono mengatakan kronologi penangkapan berawal dari informasi intelijen yang diterima oleh tim F1QR Lantamal XII Pontianak bahwa akan ada upaya penyelundupan minuman keras ilegal dari Malaysia. Baca juga: Didampingi KSAL, Megawati Resmikan Kapal Perang KRI Bung Karno-369
Menurut Heri, Tim F1QR Lantamal XII Pontianak langsung melaksanakan briefing selanjutnya bergerak menuju daerah yang dicurigai dan bergabung dengan Tim Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar) untuk pengintaian.
"Benar saja kemudian Tim gabungan mengidentifikasi dan mencurigai sebuah truk dan membuntuti truk yang dicurigai sedang loading muatan minuman keras ilegal Malaysia dari sebuah truk kontainer ke 2 buah truk yang lebih kecil," ujar Heri dalam keterangannya, Senin (27/6/2022) malam.
Lihat Juga :