Harus Bijak dalam Berolahraga

Kamis, 25 Juni 2020 - 08:00 WIB
Saat ini masyarakat diperbolehkan beraktivitas kembali keluar rumah dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan olahraga pagi atau sore kini pun makin marak terlihat di kota-kota besar. Ilustrasi/SINDOnews
Memasuki era adaptasi kehidupan baru atau yang dikenal dengan istilah New Normal disambut antusias oleh masyarakat. Saat ini masyarakat diperbolehkan beraktivitas kembali keluar rumah dengan menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan olahraga pagi atau sore kini pun makin marak terlihat di kota-kota besar.

Olahraga kini tak sekadar untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga sudah menjadi gaya hidup (lifestyle ) masyarakat perkotaan. Kegiatan olahraga saat ini juga dilakukan sebagai ajang interaksi sosial. Tak heran jika pembukaan kembali Car Free Day (CFD) di Jakarta pada akhir pekan lalu disambut antusias oleh masyarakat Ibu Kota. Jalan-jalan protokol dipenuhi oleh masyarakat, juga daerah-daerah yang selama ini menjadi titik-titik berkumpulnya masyarakat untuk berolahraga, satu di antaranya kawasan Gelora Bung Karno (GBK).



Meskipun agak mengabaikan protokol jaga jarak, tetapi umumnya masyarakat menggunakan masker saat melakukan aktivitas olahraga. Olahraga memang bisa membuat tubuh lebih bugar. Apalagi, selama masa pandemi Covid-19, olahraga diyakini bisa meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Lalu, amankah berolahraga menggunakan masker?

Ahli medis dari New York Road Runners menegaskan, saat berlari dengan menggunakan masker, ada risiko perubahan pola atau kerja sistem pernapasan. Masker berpotensi menyebabkan peningkatan produksi lendir hidung, serta menciptakan genangan keringat di sekitar mulut, yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Tentunya, hal itu juga berpengaruh terhadap sistem pernafasan.

Memang, penggunaan masker untuk mencegah seseorang menularkan atau tertular virus korona dari orang lain. Tentu membahayakan apabila kegiatan olahraga yang berat dilakukan dengan hidung yang tertutup rapat. Aliran oksigen ke paru-paru dan otak akan terganggu. Penggunaan masker saat berolahraga memang bisa menyebabkan sesak dan sulit bernapas, terutama jika melakukan olahraga berat atau intensitas tinggi.

Jika tujuan olahraga agar tubuh menjadi sehat, tentunya tidak perlu melakukan olahraga di tengah kerumunan banyak orang. Banyak pakar kesehatan yang menyarankan masyarakat untuk melakukan olahraga ringan hingga sedang di dalam rumah atau di sekitar tempat tinggal sehingga tak perlu menggunakan masker.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!