Kisah Idjon Djanbi, Bule yang Jadi Komandan Pertama Kopassus
Senin, 06 Juni 2022 - 16:05 WIB
Seiring berjalannya waktu, pasukan elit ini semakin matang. Mereka berhasil mengatasi pemberontakan DI/TII dan PRRI/Permesta. Dari peristiwa tersebut, niat untuk membentuk pasukan khusus di Angkatan Darat semakin besar.
Baca juga : Daftar Lengkap Mutasi 5 Pejabat Kopassus
Pengangkatan Idjon menjadi Mayor Infanteri TNI dengan NRP 17665 ini diputuskan Mennteri Pertahanan kala itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 1 April 1952. Idjon mendapat tugas untuk melatih para perwira dan bintara dalam pembentukan pasukan khusus.
Pasukan khusus Kesatuan Komando Teritorium Tentara III/Siliwangi, disingkat Kesko III kemudian dibentuk pada tanggal 16 April 1952. Pasukan tersebut dipimpin oleh Idjon, tanggal tersebut juga diperingati sebagai hari jadi Kopassus.
Meskipun sudah masuk Islam dan menjadi warga negara Indonesia, itu tidak membuat Idjon bebas dari rasa sentimen masyarakat. Terutama para bawahannya yang merasa iri padanya. Dia bahkan dianggap sebagai mata mata Belanda.
Baca juga : Daftar Lengkap Mutasi 5 Pejabat Kopassus
Pengangkatan Idjon menjadi Mayor Infanteri TNI dengan NRP 17665 ini diputuskan Mennteri Pertahanan kala itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada 1 April 1952. Idjon mendapat tugas untuk melatih para perwira dan bintara dalam pembentukan pasukan khusus.
Pasukan khusus Kesatuan Komando Teritorium Tentara III/Siliwangi, disingkat Kesko III kemudian dibentuk pada tanggal 16 April 1952. Pasukan tersebut dipimpin oleh Idjon, tanggal tersebut juga diperingati sebagai hari jadi Kopassus.
Meskipun sudah masuk Islam dan menjadi warga negara Indonesia, itu tidak membuat Idjon bebas dari rasa sentimen masyarakat. Terutama para bawahannya yang merasa iri padanya. Dia bahkan dianggap sebagai mata mata Belanda.
Lihat Juga :