Ledakan Karhutla Diprediksi Mulai Agustus, Pemerintah Intensifkan Hujan Buatan

Selasa, 23 Juni 2020 - 15:32 WIB
Siti menjelaskan modifikasi cuaca di beberapa wilayah di Sumatera ini dilakukan pada tanggal 13 hingga 31 Mei lalu. Modifikasi ini dengan merekayasa awan untuk diinduksi sehingga memiliki banyak uap air. Dengan begitu bisa terjadi hujan.

“Akhinya membasahi gambut. Membasahi gambut juga kemudian memberikan air untuk embung-embung yang dibangun. Dan nanti setelah dan dengan yang sudah kita lalui di Riau ternyata dia basah gambutnya sehingga kita enggak dapat yang asap-asap itu,” paparnya.

Selain Sumatera, pihaknya akan memodifikasi cuaca di wilayah Kalimantan. Dimana menurut BMKG musim kemarau akan terjadi di Bulan Juli hingga Agustus. (Baca juga: Amien Rais Nilai Pemerintah Membuka Gerbang Lebar untuk TKA China)

“Nanti beratnya di Agustus akhir masuk ke September. Oleh karena itu kita akan melakukan lagi di Kalimantan. Ini sudah dipersiapkan akan didukung oleh BNPT, BMKG, TNI dan lain-lain. Diarahkan oleh Pak Menko,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!