Kisah Prajurit Kopassus, Rela Menjadi Martir Guna Melindungi Rekannya Dari Berondongan Fretilin
Kamis, 02 Juni 2022 - 16:08 WIB
Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat. Foto Dok SINDOnews
JAKARTA - Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat . Dibentuk pada 16 April 1952, pasukan ini merupakan satuan elite Angkatan Darat yang memiliki misi berbahaya baik militer maupun non militer .
Berbagai anggotanya terkenal tegas dan tangguh. Salah satunya adalah Pratu Suparlan. Pratu Suparlan patut dikenang sebagai pahlawan karean keberanianya mengorbankan diri melindungi rekan seperjuanganya di Kopassus saat terjadinya pembantaian Fretilin di Timor Leste.
Baca juga : Danjen Kopassus Mayjen TNI Teguh Raih Brevet Anti-Teror dari Sat-81 Kopassus
Dilansir dari Militer, saat itu, Timor Timur mengalami kekosongan kekuasaan sebelum kemudian bergabung dengan Indonesia. Revolusi Bunga pun terjadi ketika Portugal menduduki Timor Timur pada 1975. Revolusi ini menyebabkan Portugis tidak bisa mempertahankan kekuasaannya di wilayah tersebut.
Kondisi inilah yang dimanfaatkan salah satu partai komunis Fretilin untuk merebut Timor Timur. Membantai lebih dari 60.000 warga sipil adalah salah satu usaha dari Fretilin untuk menguasai wilayah tersebut. Untuk mencegah hal tersebut semakin meluas, Indonesia membentuk pasukan gabungan Nanggala-LII Kopassandha atau yang sekarang lebih dikenal dengan Kopassus.
Berbagai anggotanya terkenal tegas dan tangguh. Salah satunya adalah Pratu Suparlan. Pratu Suparlan patut dikenang sebagai pahlawan karean keberanianya mengorbankan diri melindungi rekan seperjuanganya di Kopassus saat terjadinya pembantaian Fretilin di Timor Leste.
Baca juga : Danjen Kopassus Mayjen TNI Teguh Raih Brevet Anti-Teror dari Sat-81 Kopassus
Dilansir dari Militer, saat itu, Timor Timur mengalami kekosongan kekuasaan sebelum kemudian bergabung dengan Indonesia. Revolusi Bunga pun terjadi ketika Portugal menduduki Timor Timur pada 1975. Revolusi ini menyebabkan Portugis tidak bisa mempertahankan kekuasaannya di wilayah tersebut.
Kondisi inilah yang dimanfaatkan salah satu partai komunis Fretilin untuk merebut Timor Timur. Membantai lebih dari 60.000 warga sipil adalah salah satu usaha dari Fretilin untuk menguasai wilayah tersebut. Untuk mencegah hal tersebut semakin meluas, Indonesia membentuk pasukan gabungan Nanggala-LII Kopassandha atau yang sekarang lebih dikenal dengan Kopassus.
Lihat Juga :