Rizal Ramli : Mana Bisa Masalah Bangsa Diselesaikan dengan Buzzer
Selasa, 23 Juni 2020 - 11:26 WIB
Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli. Foto/Dok SINDO
JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik cara penanggulangan pagebluk Covid-19 di Indonesia.
Dia pun mengkritik keras penggunaan buzzer.
Pada Januari-Maret 2020, beberapa pihak mengungkapkan kemungkinan virus Sars Cov-II sudah masuk ke Indonesia. Namun, pemerintah terus membantah analisis itu. "Pemerintah kita sibuk mengatakan tidak benar. Indonesia kebal. Kita tinggal di wilayah tropis, makanannya rempah-rempah, pokoknya enggak ada (Covid-19) di Indonesia," ujarnya dalam diskusi bertema 'Indonesia dalam Ancaman Krisis Ekonomi, Sosial, dan Politik', Senin (22/6/2020) malam.
Rizal menyayangkan pemerintah yang tidak bertindak cepat mengantisipasi menyebarnya Covid-19 di dalam negeri. Bahkan, sempat ada wacana membayar influencer sebesar Rp72 miliar untuk menarik wisatawan. "Ada masalah apa pun, pejabat yang tidak berprestasi pasti buzzer-nya banyak banget. Mana bisa masalah bangsa diselesaikan dengan buzzer. Malah makin bingung," tutur pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Dia pun mengkritik keras penggunaan buzzer.
Pada Januari-Maret 2020, beberapa pihak mengungkapkan kemungkinan virus Sars Cov-II sudah masuk ke Indonesia. Namun, pemerintah terus membantah analisis itu. "Pemerintah kita sibuk mengatakan tidak benar. Indonesia kebal. Kita tinggal di wilayah tropis, makanannya rempah-rempah, pokoknya enggak ada (Covid-19) di Indonesia," ujarnya dalam diskusi bertema 'Indonesia dalam Ancaman Krisis Ekonomi, Sosial, dan Politik', Senin (22/6/2020) malam.
Rizal menyayangkan pemerintah yang tidak bertindak cepat mengantisipasi menyebarnya Covid-19 di dalam negeri. Bahkan, sempat ada wacana membayar influencer sebesar Rp72 miliar untuk menarik wisatawan. "Ada masalah apa pun, pejabat yang tidak berprestasi pasti buzzer-nya banyak banget. Mana bisa masalah bangsa diselesaikan dengan buzzer. Malah makin bingung," tutur pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Lihat Juga :