Masinton Tegaskan Capres PDIP Bukan Ditentukan Projo
Senin, 23 Mei 2022 - 14:49 WIB
"Itu kan acara ormas Projo, itu ormas bukan relawan. Di acara itu disebutkan dukung mendukung, jangan buru-buru, yang kita dukung ada disini begitu kan kata pak Jokowi. Kalau saya memaknai disitu kan ada Wantimpres Sidarto, ada KSP Moeldoko, ada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan ada Presiden Jokowi," terang Masinton.
Ia mengungkapkan di kegiatan tersebut juga banyak teriakan soal Jokowi tiga periode yang diteriakkan oleh sejumlah kader Projo.
"Ya saya gak tahu itu mau dukung apa lalu kemudian ada teriakan tiga periode. Ya enggak tahu apa mau dukung tiga periode atau apa. Kan gak tahu kalau kita membaca ada dukungan tiga periode. Saya gak tahu apakah wacana itu masih berjalan di bawah. Buktinya ormas Projo masih teriak tiga periode. Kalau mau membacanya seperti itu," ucap Masinton.
Keputusan partai kata dia ada di Megawati Soekarnoputri dan tidak bisa diganggu gugat. Kalau kegiatan di Magelang kemarin, Masinton mengungkapkan bukan forum parpol tapi forum ormas Projo.
"Dan ada teriakan tiga periode. Dan itu ada orang-orang yang disebut itu. Termasuk tiga periode juga teriakannya ada disitu. Mungkin bisa dibaca untuk Pilpres 2024. Ada juga pak Moeldoko yang sedang bersengketa partainya. Kan bacanya bisa dibaca liar seperti itu," kata Masinton.
Ia mengungkapkan di kegiatan tersebut juga banyak teriakan soal Jokowi tiga periode yang diteriakkan oleh sejumlah kader Projo.
"Ya saya gak tahu itu mau dukung apa lalu kemudian ada teriakan tiga periode. Ya enggak tahu apa mau dukung tiga periode atau apa. Kan gak tahu kalau kita membaca ada dukungan tiga periode. Saya gak tahu apakah wacana itu masih berjalan di bawah. Buktinya ormas Projo masih teriak tiga periode. Kalau mau membacanya seperti itu," ucap Masinton.
Keputusan partai kata dia ada di Megawati Soekarnoputri dan tidak bisa diganggu gugat. Kalau kegiatan di Magelang kemarin, Masinton mengungkapkan bukan forum parpol tapi forum ormas Projo.
"Dan ada teriakan tiga periode. Dan itu ada orang-orang yang disebut itu. Termasuk tiga periode juga teriakannya ada disitu. Mungkin bisa dibaca untuk Pilpres 2024. Ada juga pak Moeldoko yang sedang bersengketa partainya. Kan bacanya bisa dibaca liar seperti itu," kata Masinton.
Lihat Juga :