DPR Minta Pemerintah Waspadai Gejolak Perekonomian Dunia

Jum'at, 20 Mei 2022 - 06:37 WIB
Sebagaimana diproyeksikan oleh IMF pada World Economic Outlook pada April tahun ini, perekonomian global diproyeksikan tumbuh 3,6% pada 2022 atau jauh melambat dibandingkan tingkat pertumbuhan tahun 2021 yang diestimasikan sebesar 6,1%.

IMF juga merevisi ke bawah sekitar 0,8 poin presentase proyeksi 2022 setelah mempertimbangkan risiko perekonomian global terkini.

Naiknya berbagai kebutuhan barang konsumsi rumah tangga juga mendorong pemerintah untuk menaikan anggaran perlindungan sosial bagi rumah tangga miskin. Perkiraan pemerintah alokasi penebalan anggaran perlindungan sosial sekitar Rp18,6 triliun.

"Untuk memperkuat spending daerah, dan merujuk ketentuan bagi hasil, pemerintah memberikan tambahan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp47,2 triliun. Namun pemerintah melakukan efisiensi dengan pengurangan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp12 triliun," katanya.

Dengan sederet penambahan pos belanja di atas, maka berdasarkan undang undang, cadangan belanja pendidikan secara konsekuensial juga naik pada kisaran Rp23,9 triliun. Baca juga: Pandemi Corona, Ini Arahan Banggar DPR kepada Pemerintah
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!