Mudik di Masa Pemulihan Ekonomi

Senin, 25 April 2022 - 09:36 WIB
Konsumsi rumah tangga hingga kini masih menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, lebih dari 50% terhadap produk domestik bruto (PDB). Secara keseluruhan pada 2021, konsumsi rumah tangga tumbuh progresif sebesar 2,02% setelah terkontraksi 2,63% di 2020. Meski menunjukkan pemulihan, namun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan level prapandemi yang berada di kisaran 5%.

Data ini merefleksikan bahwa daya beli masyarakat pada tahun kedua pandemi masih cukup rapuh. Sehingga, pada tahun ini diharapkan pemerintah mampu mengakselerasi konsumsi rumah tangga, salah satunya dengan memanfaatkan momentum mudik lebaran.

Mudik dan Dorongan Pertumbuhan Ekonomi

Tradisi mudik lebaran melekat erat dengan Idul Fitri. Kerinduan pulang kampung menetralisasi kerepotan, bahkan jadi pemanis kemenangan. Mudik merupakan potret dialektikabudaya yang sudah berlangsung berabad-abad. Tradisi mudik ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran akan selalu ada dan terusberlangsung dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia.

Kegiatan mudik dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai status ekonomi. Artinya, pelaku kegiatan mudik bukanlah hanya dari kalangan masyarakat ekonomi menengah–bawah saja, tetapi juga dilakukan oleh masyarakat kelompok ekonomi menengah–atas.

Kebijakan pemerintah yang mengizinkan kegiatan mudik Lebaran 2022 saat ini disambut antusias sejumlah pihak. Pasalnya kegiatan mudik yang tidak diperbolehkan selama dua tahun terakhir telah menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia lesu hingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang terkoreksi. Dibukanya mudik lebaran diharapkan dapat mendorong perputaran kembali roda perekonomian nasional menjadi lebih cepat.

Langkah pemerintah melakukan pelonggaran mobilitas dan mengizinkan mudik lebaran tahun ini menjadi peluang besar bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional. Sebab, pelonggaran tersebut, akan berdampak pada peningkatan konsumsi. Pelonggaran akan meningkatkan mobilitas yang akan berujung meningkatnya belanja masyarakat, baik transportasi maupun belanja lainnya seperti makanan dan minuman.

Di sisi lain, pelonggaran mudik juga akan mendorong peningkatan keyakinan para pelaku usaha sehingga investasi pun dapat berpotensi kembali meningkat. Data menunjukkan bahwa pada umumnya pasar lebaran dapat memenuhi hingga 30% kinerja tahunan industri. Oleh sebab itu, melalui peningkatan konsumsi dan investasi, maka perekonomian Indonesia pun kian tepat berada di jalur pemulihan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!