Penjelasan Gus Yahya soal Pengurus PBNU Jangan Sarungan dan Pakai Celana Panjang

Jum'at, 25 Maret 2022 - 22:26 WIB
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf meminta pengurus Tanfidziyah PBNU memakai celana panjang dan tak sarungan. Foto/MPI
JAKARTA - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) meminta pengurus Tanfidziyah PBNU, untuk memakai celana panjang dan tidak sarungan. Gestur tersebut juga terlihat dalam setiap agenda yang digelar oleh PBNU .

Baca juga: Gus Yahya Daftarkan Kepengurusan Baru PBNU ke Kemenkumham

Hal itu dikatakan Gus Yahya dalam Pembukaan Rakernas dan Pengukuhan Lembaga/Badan Khusus PBNU 2022-2027 di Aula Institut Agama Islam Cipasung (IAIC), Singaparna, Tasikmalaya.

Baca juga: Gus Yahya Sebut NU Lahir sebagai Mandat Peradaban Indonesia

"Ini adalah gestur bahwa pengurus tanfidziyah adalah mereka yang siap berlari-lari ke sana ke mari, memanjat, dan turun di berbagai medan untuk bekerja keras demi menjalankan tugas-tugas. Selain itu, untuk menegaskan bahwa tanfidziyah sekadar pegawainya syuriyah," kata Gus Yahya, dikutip dari NU Online, Jumat (25/3/2022).

Gus Yahya menuturkan, hal itu bertujuan untuk menegakkan prinsip yang mendasar di dalam jam'iyah atau keorganisasian NU. Adapun prinsip dasar yang dimaksud yakni jajaran syuriyah merupakan pimpinan tertinggi di organisasi NU.

"Syuriyah adalah pemimpin tertinggi sekaligus pemegang hak milik atas NU sedangkan tanfidziyah ini hanya orang-orang yang dipekerjakan saja. Gestur ini kita jalankan dengan cukup disiplin," ucapnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!