Gus Yahya: NU Lahir sebagai Mandat Peradaban Indonesia
Jum'at, 04 Februari 2022 - 15:41 WIB
loading...
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau dikenal dengan Gus Yahya menyebut Nahdlatul Ulama (NU) sebagai mandat peradaban bangsa Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau dikenal dengan Gus Yahya menyebut Nahdlatul Ulama (NU) sebagai mandat peradaban bangsa Indonesia. Di mana menjamin hak dan martabat umat manusia.
Hal ini disampaikan Gus Yahya dalam acara seminar daring ISEAS-Yusof Ishak Institute Webinar yang diselenggarakan oleh Indonesia Studies Programme ISEAS Singapore dan Universitas Islam Indonesia (UII) Jakarta, Kamis, 3 Februari 2022.
"NU Lahir dengan mandat peradaban dan peradaban yang kita inginkan, selaras dengan cita-cita para pendiri NU dan pendiri bangsa Indonesia, yang menjamin kemerdekaan dan kesetaraan, hak dan martabat, di antara sesama umat manusia," kata Gus Yahya dikutip dalam laman resmi NU Online, Jumat (4/2/2022).
Baca juga: Jokowi Sebut NU Tunjukkan Wajah Indonesia Teduh dan Ramah di Mata Dunia
Lebih lanjut, NU juga didirikan sebagai upaya merintis, dan menemukan format peradaban yang baru untuk menggantikan format lama yang runtuh. Hal ini terlihat dari kegigihan salah satu pendiri NU, KH Wahab Chasbullah yang sempat berada di Arab.
Hal ini disampaikan Gus Yahya dalam acara seminar daring ISEAS-Yusof Ishak Institute Webinar yang diselenggarakan oleh Indonesia Studies Programme ISEAS Singapore dan Universitas Islam Indonesia (UII) Jakarta, Kamis, 3 Februari 2022.
"NU Lahir dengan mandat peradaban dan peradaban yang kita inginkan, selaras dengan cita-cita para pendiri NU dan pendiri bangsa Indonesia, yang menjamin kemerdekaan dan kesetaraan, hak dan martabat, di antara sesama umat manusia," kata Gus Yahya dikutip dalam laman resmi NU Online, Jumat (4/2/2022).
Baca juga: Jokowi Sebut NU Tunjukkan Wajah Indonesia Teduh dan Ramah di Mata Dunia
Lebih lanjut, NU juga didirikan sebagai upaya merintis, dan menemukan format peradaban yang baru untuk menggantikan format lama yang runtuh. Hal ini terlihat dari kegigihan salah satu pendiri NU, KH Wahab Chasbullah yang sempat berada di Arab.
Lihat Juga :