Antisipasi Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan
Selasa, 08 Maret 2022 - 16:54 WIB
Jika kita kembali ke hukum ekonomi, harga memang akan naik ketika permintaan (kebutuhan masyarakat) lebih tinggi daripada penawaran. Maka, ada dua pihak yang berperan penting di sini, yaitu peran masyarakat dari sisi permintaan dan peran pemerintah dari sisi penawaran.
Pemerintah harus mampu memastikan kecukupan kebutuhan ketika bulan Ramadan melalui regulasi-regulasi yang diperlukan untuk meningkatkan angka penawaran sehingga angka permintaan tidak melebihi angka penawaran. Pedagang "nakal" yang mampu mengontrol harga pasar pun harus bisa ditangani oleh pemerintah agar harga barang di pasar tetap stabil.
Sudah pasti permintaan kebutuhan pokok mengalami peningkatan ketika bulan Ramadan tiba mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Islam yang menjalankan puasa. Namun, mengontrol kebutuhan itu akan sangat membantu menekan peningkatan angka permintaan di pasar. Jika pun permintaan akan bahan pokok naik, peningkatannya tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Strategi itu juga harus diimbangi peningkatan jumlah pasokan bahan pokok. Caranya pemerintah bekerja sama dengan pemasok sehingga penawaran di pasar dapat mengimbangi permintaan. Untuk mengimbangi angka permintaan tersebut tidak dibutuhkan peningkatan penawaran yang terlalu besar karena permintaan telah terkontrol oleh masyarakat. Masyarakat juga hendaklah membeli bahan pokok sesuai kebutuhan. Perlu bijak dengan tidak membeli secara membabi buta atau dengan tujuan untuk ditimbun.
Pada dasarnya, jika masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk menanggulangi fenomena tahunan ini cerita kenaikan bahan kebutuhan pokok setiap jelang Ramadan tidak perlu terus terulang.
Pemerintah harus mampu memastikan kecukupan kebutuhan ketika bulan Ramadan melalui regulasi-regulasi yang diperlukan untuk meningkatkan angka penawaran sehingga angka permintaan tidak melebihi angka penawaran. Pedagang "nakal" yang mampu mengontrol harga pasar pun harus bisa ditangani oleh pemerintah agar harga barang di pasar tetap stabil.
Sudah pasti permintaan kebutuhan pokok mengalami peningkatan ketika bulan Ramadan tiba mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Islam yang menjalankan puasa. Namun, mengontrol kebutuhan itu akan sangat membantu menekan peningkatan angka permintaan di pasar. Jika pun permintaan akan bahan pokok naik, peningkatannya tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasa.
Strategi itu juga harus diimbangi peningkatan jumlah pasokan bahan pokok. Caranya pemerintah bekerja sama dengan pemasok sehingga penawaran di pasar dapat mengimbangi permintaan. Untuk mengimbangi angka permintaan tersebut tidak dibutuhkan peningkatan penawaran yang terlalu besar karena permintaan telah terkontrol oleh masyarakat. Masyarakat juga hendaklah membeli bahan pokok sesuai kebutuhan. Perlu bijak dengan tidak membeli secara membabi buta atau dengan tujuan untuk ditimbun.
Pada dasarnya, jika masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk menanggulangi fenomena tahunan ini cerita kenaikan bahan kebutuhan pokok setiap jelang Ramadan tidak perlu terus terulang.
(bmm)
Lihat Juga :