Rapat Pleno DPP KNPI Berhentikan Andreas Nandiwardhana sebagai Ketua Umum
Minggu, 06 Maret 2022 - 22:56 WIB
Umar Bonte menjelaskan, setelah ini tugas utama pengurus adalah secepatnya melaksanakan kongres dan berkomunikasi dengan semua pihak untuk menyatukan pemuda Indonesia.
"Kalau sampai ada pertanyaan dari teman-teman kenapa pleno ini dilaksanakan? Maka kita sampaikan alasan utamanya adalah saat kota melaksanakan Kongres di NTB yang kemudian melahirkan saudara Andreas Nandiwardhana sebagai ketua umum diberikan waktu selama 6 bulan untuk menyatukan pemuda Indonesia sebagaimana visi misi beliau saat sebelum terpilih. Namun selama 6 bulan itu apa yang menjadi visi misinya tidak terlaksana, justru malah terjadi perpecahan," katanya.
Untuk itu, pihaknya harus melakukan langkah-langkah penyelamatan. Sebab, sampai hari ini setelah dilantik tidak pernah ada kegiatan seperti rapat kerja, rapat pleno, atau pun pertemuan dengan anggota KNPI se-Indonesia.
"Rapat pleno ini merupakan langkah yang paling kongkret untuk melakukan pemberhentian terhadap saudara Andreas dan Ilyas. Namun dalam pelaksanaan pleno ini kita tidak sedang membangun konflik atau perpecahan di tengah KNPI, tetapi maju mengupayakan penyatuan kembali pemuda Indonesia melalui kepengurusan yang baru," ucapnya.
Umar Bonte menegaskan bahwa rapat pleno hari ini bukan untuk mencabik-cabik KNPI tapi untuk mendorong pemuda Indonesia, dalam hal ini KNPI, agar kembali ke mekanisme sistem yang ada.
"Bung Fauzan adalah tokoh KNPI, yang betul-betul tidak diragukan lagi karena beliau adalah kader yang benar-benar pas betul untuk mendorong KNPI jauh lebih maju. Pamriadi juga tokoh KNPI, pemuda yang betul-betul potensial, maka saya yakin betul dengan kekuatan yang baru ini pemuda Indonesia akan semakin kuat," katanya.
Umar menyampaikan permintaan maaf kepada kepengurusan lama, utamanya Andreas dan Ilyas Indra. Keputusan ini tidak berhubungan dengan suka atau tidak suka, tetapi semata-mata untuk kemajuan KNPI.
"Kalau sampai ada pertanyaan dari teman-teman kenapa pleno ini dilaksanakan? Maka kita sampaikan alasan utamanya adalah saat kota melaksanakan Kongres di NTB yang kemudian melahirkan saudara Andreas Nandiwardhana sebagai ketua umum diberikan waktu selama 6 bulan untuk menyatukan pemuda Indonesia sebagaimana visi misi beliau saat sebelum terpilih. Namun selama 6 bulan itu apa yang menjadi visi misinya tidak terlaksana, justru malah terjadi perpecahan," katanya.
Untuk itu, pihaknya harus melakukan langkah-langkah penyelamatan. Sebab, sampai hari ini setelah dilantik tidak pernah ada kegiatan seperti rapat kerja, rapat pleno, atau pun pertemuan dengan anggota KNPI se-Indonesia.
"Rapat pleno ini merupakan langkah yang paling kongkret untuk melakukan pemberhentian terhadap saudara Andreas dan Ilyas. Namun dalam pelaksanaan pleno ini kita tidak sedang membangun konflik atau perpecahan di tengah KNPI, tetapi maju mengupayakan penyatuan kembali pemuda Indonesia melalui kepengurusan yang baru," ucapnya.
Umar Bonte menegaskan bahwa rapat pleno hari ini bukan untuk mencabik-cabik KNPI tapi untuk mendorong pemuda Indonesia, dalam hal ini KNPI, agar kembali ke mekanisme sistem yang ada.
"Bung Fauzan adalah tokoh KNPI, yang betul-betul tidak diragukan lagi karena beliau adalah kader yang benar-benar pas betul untuk mendorong KNPI jauh lebih maju. Pamriadi juga tokoh KNPI, pemuda yang betul-betul potensial, maka saya yakin betul dengan kekuatan yang baru ini pemuda Indonesia akan semakin kuat," katanya.
Umar menyampaikan permintaan maaf kepada kepengurusan lama, utamanya Andreas dan Ilyas Indra. Keputusan ini tidak berhubungan dengan suka atau tidak suka, tetapi semata-mata untuk kemajuan KNPI.
Lihat Juga :