KNPI Apresiasi Pemerintah Tak Naikkan BBM saat Krisis Timur Tengah

Kamis, 09 April 2026 - 12:47 WIB
loading...
KNPI Apresiasi Pemerintah...
KNPI apresiasi langkah pemerintah tidak menaikkan harga BBM di tengah krisis geopolitik di Timur Tengah. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Langkah pemerintah tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah krisis geopolitik di Timur Tengah diapresiasi. Kebijakan tersebut merupakan bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Ryano Panjaitan saat melakukan silaturahmi jajaran DPP KNPI dengan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Ryano menilai keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan BBM di tengah lonjakan harga minyak dunia merupakan kebijakan yang berani dan berpihak kepada rakyat.

“Di tengah goncangan geopolitik global dan krisis minyak dunia, pemerintah memilih untuk tetap menjaga harga BBM. Ini adalah kebijakan yang sangat pro-rakyat,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir 2026

Menurut Ryano, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi akibat krisis global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Mahasiswa Tetap Turun...
Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan meski Banyak Aktivis Masuk Pemerintahan, Ini Analisis Ubedilah Badrun
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Rekomendasi
Tren Inside-Out Nutricosmetics,...
Tren Inside-Out Nutricosmetics, Solusi Cerdas Perempuan Modern Atasi Penuaan Dini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Spesial, Investor Patriot...
Spesial, Investor Patriot Bond Dilindungi dari Tuntutan Pidana hingga Pajak
Berita Terkini
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved