Memahami Sudut Pandang Melalui Fiksi

Senin, 21 Februari 2022 - 14:02 WIB
Mengapa begitu? Sebab, buku ini bukan sekadar kumpulan cerpen. Ini kumpulan kehidupan manusia. Dari kacamata saya sebagai orang yang banyak bergumul dengan naskah fiksi, judul buku Dari Tepi Sungai Vistula sengaja dipilih untuk mengajak pembaca menikmati sudut pandang melalui mata Anton Kurnia. Tentu, pilihannya terhadap sekian banyak karya sastra Eropa Timur didasari banyak pertimbangan. Namun, apa pun itu, tujuannya tetap baik: mengenalkan ragam seni tulis fiksi dari wilayah tersebut kepada pembaca di Indonesia.

Kisah-kisah yang tersaji tidak sekadar cerita ringan pengisi waktu luang, tetapi bukan pula jenis yang membuat pembaca lama mengerutkan dahi memikirkan maknanya. Seperti dalam Tragedi Buah Apel karya Miljenko Jergovic, pembaca seolah-olah diingatkan bahwa menilai seseorang tidak bisa secara instan, apalagi membenci hanya karena orang tersebut memiliki sesuatu yang tidak kita sukai. Atau, seperti dalam Senja karya Wladyslaw Reymont, lewat kisah seekor kuda yang sekarat, penulis mengingatkan pembaca bahwa siapa pun pasti akan menemui senjanya, menemukan jalan menuju cahaya.

Bagaimanapun, kisah-kisah yang muncul ke hadapan khalayak memiliki tujuannya masing-masing. Yang paling sederhana adalah untuk menghibur. Namun, di balik label hiburan, terselip cita-cita Semesta, bahwa sudah seharusnya manusia bisa saling memahami ragam sudut pandang sekalipun itu melalui fiksi. Sekian.

Judul buku : DARI TEPI SUNGAI VISTULA (15 Cerita dari Eropa Timur)

Penyusun dan Penerjemah : Anton Kurnia

Penerbit : DIVA Press

Cetak : Pertama, Oktober 2021

Tebal : 168 halaman

ISBN : 978-623-293-536-5
(hdr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!