Komponen Ini Jadi Penyebab Biaya Haji 2022 Diusulkan Naik
Jum'at, 18 Februari 2022 - 20:29 WIB
Selain itu, Subhan mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema haji di masa pandemi bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Misalnya menyiapkan hotel bagi karantina jamaah ketika mereka sampai di Saudi, menyiapkan tempat untuk isolasi jika jamaah terkonfirmasi positif Covid-19.
Baca juga: Partai Perindo: Kenaikan Biaya Ibadah Haji di Masa Pandemi Kurang Tepat
Sari sisi konsumsi, mengingat jamaah haji menghabiskan sebagian waktunya mengikuti karantina. Maka jamaah yang biasanya konsumsi diberikan dua kali sehari, kini pada saat karantina konsumsi diberikan sebanyak 3 kali sehari. "Ini bagian dari peningkatan layanan dan juga antisipasi situasi pandemi ini," ujar dia.
Subhan menambahkan, usulan biaya haji Rp45 juta meliputi 50,5% menjadi beban jamaah. Lalu selebihnya menjadi beban nilai manfaat dan juga beban APBN dan APBD sesuai dengan komposisi seperti tahun-tahun sebelumnya. Subhan mengatakan kenaikan harga tersebut masih berupa usulan dan akan dikaji lebih lanjut oleh DPR RI sesuai dengan perkembangan pada saat ini.
"Usulan ini akan dikaji oleh DPR. Tentu kita berharap dalam masa-masa ke depan ini kondisi menjadi semakin membaik sehingga protokol kesehatan ini bisa dihemat dan diefisienkan," kata dia.
Baca juga: Partai Perindo: Kenaikan Biaya Ibadah Haji di Masa Pandemi Kurang Tepat
Sari sisi konsumsi, mengingat jamaah haji menghabiskan sebagian waktunya mengikuti karantina. Maka jamaah yang biasanya konsumsi diberikan dua kali sehari, kini pada saat karantina konsumsi diberikan sebanyak 3 kali sehari. "Ini bagian dari peningkatan layanan dan juga antisipasi situasi pandemi ini," ujar dia.
Subhan menambahkan, usulan biaya haji Rp45 juta meliputi 50,5% menjadi beban jamaah. Lalu selebihnya menjadi beban nilai manfaat dan juga beban APBN dan APBD sesuai dengan komposisi seperti tahun-tahun sebelumnya. Subhan mengatakan kenaikan harga tersebut masih berupa usulan dan akan dikaji lebih lanjut oleh DPR RI sesuai dengan perkembangan pada saat ini.
"Usulan ini akan dikaji oleh DPR. Tentu kita berharap dalam masa-masa ke depan ini kondisi menjadi semakin membaik sehingga protokol kesehatan ini bisa dihemat dan diefisienkan," kata dia.
(cip)
Lihat Juga :