Pengurus Sudah Terbentuk, Pengamat Nilai PBNU Makin Inklusif
Rabu, 12 Januari 2022 - 23:54 WIB
"Sepintas memang bertolak belakang dengan misi Gus Yahya untuk menjaga NU dari politik praktis. Tapi jika dilihat lebih jauh, ini bagian dari strategi, agar NU tidak lagi dikooptasi oleh PKB," kata Septa, Rabu (12/1/2022).
Septa menilai, strategi ini sangat cerdas. Menurutnya, dengan mengakomodir politikus dari berbagai macam warna bendera, membuat kekuatan NU lebih besar.
"Strategi ini akan membuat kekuatan NU tersebar di mana-mana. Di sisi lain juga tidak realistis bagi NU untuk tidak mengakomodir politisi di kepengurusannya" terang Septa.
Septa menjelaskan, NU lebih tepat menjadi kekuatan inklusif ketimbang ekslusif. Jika menjadi kekuatan ekslusif, NU justru menjadi kecil.
"Kekuatan inklusif seperti garam yang ada rasanya, tapi enggak kelihatan dan menggarami semua aspek politik. Jika dipaksa menjadi kekuatan ekslusif, NU menjadi kecil. Ya jadinya sebanyak suara PKB itu. Ibarat raksasa besar yang selama ini dipaksa pakai baju kecil, yaitu PKB. Pasti akan robek," jelasnya.
Septa menilai, strategi ini sangat cerdas. Menurutnya, dengan mengakomodir politikus dari berbagai macam warna bendera, membuat kekuatan NU lebih besar.
"Strategi ini akan membuat kekuatan NU tersebar di mana-mana. Di sisi lain juga tidak realistis bagi NU untuk tidak mengakomodir politisi di kepengurusannya" terang Septa.
Septa menjelaskan, NU lebih tepat menjadi kekuatan inklusif ketimbang ekslusif. Jika menjadi kekuatan ekslusif, NU justru menjadi kecil.
"Kekuatan inklusif seperti garam yang ada rasanya, tapi enggak kelihatan dan menggarami semua aspek politik. Jika dipaksa menjadi kekuatan ekslusif, NU menjadi kecil. Ya jadinya sebanyak suara PKB itu. Ibarat raksasa besar yang selama ini dipaksa pakai baju kecil, yaitu PKB. Pasti akan robek," jelasnya.
Lihat Juga :