BKSDA Sumbar Evakuasi 1 Ekor Harimau Sumatera yang Masuk Perangkap

Selasa, 11 Januari 2022 - 10:46 WIB
Untuk menghindari kerugian warga yang lebih besar dan jatuhnya korban jiwa termasuk keselamatan harimau Sumatera tersebut, BKSDA Sumbar mengambil langkah menangkap dengan kandang jebak yang dipasang di kebun sawit yang berjarak 200 meter dari rumah warga.

Setelah kurang lebih dua bulan diintai, pada Senin (10/1/2022) sekitar pukul 14.00 WIB harimau Sumatera yang dicari-cari tersebut berhasil masuk perangkat. Saat ini tim BKSDA sedang mempersiapkan proses evakuasi satwa yang direncanakan dilaksanakan pada Selasa (11/01/2022).

Oleh petugas, selanjutnya harimau Sumatera tersebut akan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PRHSD) untuk dilakukan observasi. BKSDA Sumbar yang dibantu oleh Polsek Palembayan dan Wali Nagari Salareh Aia saat ini telah melakukan pengamanan terhadap satwa.

baca juga: Turun dari Perahu, Warga Banyuasin Diserang Harimau Sumatera hingga Terluka Parah

Sebagai catatan, konflik Harimau Sumatera ini telah menyebabkan 1 ekor anak sapi mati dan induknya terluka. Selain itu juga masyarakat enggan ke kebun.

“Hasil analisis penyebab harimau Sumatera ini turun dari hutan Cagar Alam Maninjau adalah kekurangan pakan akibat adanya penyakit African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan kematian masal babi hutan di Agam sebanyak kurang lebih 50 ekor,” kata Kepala BKSDA Sumbar Ardi Andono dalam siaran persnya, Selasa (11/1/2022).

Selama penggiringan, tim BKSDA bersama Wali Nagari, Tim Pagari Baringin, Bhabinkamtias, Wali Jorong dan masyarakat setempat yang berada di lokasi kejadian, melaksanakan prosedur penanganan konflik satwa liar lainnya. Termasuk pemasangan kamera trap dan wawancara terhadap warga yang melihat dan pemilik ternak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!