Kisah Aktivis Soe Hok Gie yang Meninggal Dunia di Dekapan Puncak Mahameru

Sabtu, 11 Desember 2021 - 07:57 WIB
Gie selalu memanfaatkan pendakiannya untuk mengenal Indonesia. Proses mencintai Indonesia itu sama halnya dengan mengenal lebih jauh rakyat dan masalahnya. Mata Gie terbuka lebar selama naik gunung. Gie melihat dan berdiskusi terkait berbagai macam ketimpangan.

Gie semangat sekali mendaki ke gunung Semeru karena akan merayakan ulang tahunnya pada tanggal 17 Desember nanti. Namun Gie sempat memiliki firasat tentang kematian.

Mimpi ini tidak pernah ada pada pendakian sebelumnya tapi saat mendaki Semeru firasat itu tiba-tiba hadir. Dalam mimpinya itu Gie menyempatkan diri untuk berpamitan dengan teman-temannya.

Cuaca buruk, hujan, dan kabut dalam pendakian menuju puncak Mahameru jadi asal muasalnya. Pendakian menjadi sulit dan ditambah lagi dengan adanya peristiwa Semeru mengeluarkan ledakan dan letusan yang menyemburkan debu dan gas beracun ke udara. Peristiwa itu menjadi menyeramkan karena membuat nafas menjadi berat.

Akan tetapi, Gie dan teman-temannya dapat melewatinya. Dia sempat merasakan berada di puncak Mahameru sesuai dengan mimpinya. Di puncak Mahameru seluruh pendaki bergegas untuk turun, dalam penurunan saat itu Rudy Badil melihat Gie sudah kelelahan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!