Ketua PBNU: Kita Jangan Main-main dengan AD/ART NU

Senin, 06 Desember 2021 - 16:46 WIB


Menurut Habib Salim, untuk mengatasi perbedaan pendapat menyangkut waktu penyelenggaraan Muktamar NU adalah tunduk terhadap Keputusan Konbes NU, yakni rapat PBNU. Bahkan jika harus digelar Konbes NU lagi harus melalui keputusan rapat PBNU.

"Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU merupakan mekanisme organisasi yang sekali pun harus kita pahami sebagai forum untuk mengajak kita semua, baik yang di Syuriyah maupun Tanfidziyah untuk duduk bersama menghadapi masalah bersama. Bukan oleh orang per orang atau empat orang yaitu Rais 'Aam, Katib 'Aam, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal. Kalau harus Konbes lagi sekali pun harus melalui Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU. Kalau tidak ya Konbes tidak sah," kata mantan Ketua PWNU NTT ini.

Habib Salim juga mengingatkan harapan Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat Munas-Konbes NU September 2021 lalu. Sebagaimana diktum kedua keputusan Konbes, Rais 'Aam meminta keikhlasan PWNU Se-Indonesia untuk menyerahkan keputusan waktu penyelenggaraan Muktamar NU kepada PBNU.

Baca juga: Sukseskan Pelaksanaan Muktamar ke-34 NU, 450 Banser Ikuti Diklatsus
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!