Gus Muwafiq Berharap Muktamar NU Digelar Juni 2022
Jum'at, 03 Desember 2021 - 14:30 WIB
Lebih dari itu dia menyatakan esensi Muktamar tidak sekadar pemilihan pimpinan PBNU. Namun merupakan ajang besar yang ditunggu-tunggu warga nahdliyin secara luas. “Jangan Muktamar hanya memikirkan untuk memilih ketua saja. Rakyat yang selama ini menjadi penopang NU juga harus dipikirkan,” katanya.
Hal penting lain yang dia utarakan bahwa Muktamar merupakan ajang perputaran roda ekonomi bagi kalangan masyarakat bawah. Dia mengklaim Muktamar sebelumnya yang digelar di Jombang pada 2015 berhasil memutar roda ekonomi hingga Rp7 triliun. Hal itu sangat positif bagi warga Nahdliyin. “Yang di dalam ruang muktamar silakan ikut muktamar yang di luar silakan jualan. Ekonomi berputar. (Muktamar) Di Jombang tujuh triliun rupiah,” jelasnya.
Penyelenggaraan muktamar tanpa melibatkan warga menurut dia merupakan langkah ambigu karena kekuatan NU ada pada keterlibatan jamaah Nahdlatul Ulama. “Setiap hari kita disuruh ngurus jamaah setiap hari, begitu muktamar jamaah gak diajak. Ini kan aneh. Jangan begitu karena kekuatan NU ada pada Jamaah. Jangan ketika muktamar jamaahnya gak diajak,” katanya.
Seperti diketahui, beberapa waktu sebelumnya, waktu penyelenggaraan Muktamar NU sempat menjadi muskilah tersendiri lantaran masih adanya Covid-19. Muktamar yang sejatinya diselenggarakan pada 2020 terpaksa ditunda karena alasan pandemi. Akibatnya masa jabatan pengurus terpaksa diperpanjang.
Waktu pelaksanaan muktamar kemudian diputuskan pada 23-25 Desember 2021 dalam rapat Munas-Konbes di Jakarta beberapa waktu lalu. Akan tetapi perkembangan situasi Covid-19 masih membuat waktu penyelenggaraan Muktamar baru akan final ditentukan setelah dibahas pada rapat PBNU Selasa, 7 Desember 2021.
Hal penting lain yang dia utarakan bahwa Muktamar merupakan ajang perputaran roda ekonomi bagi kalangan masyarakat bawah. Dia mengklaim Muktamar sebelumnya yang digelar di Jombang pada 2015 berhasil memutar roda ekonomi hingga Rp7 triliun. Hal itu sangat positif bagi warga Nahdliyin. “Yang di dalam ruang muktamar silakan ikut muktamar yang di luar silakan jualan. Ekonomi berputar. (Muktamar) Di Jombang tujuh triliun rupiah,” jelasnya.
Penyelenggaraan muktamar tanpa melibatkan warga menurut dia merupakan langkah ambigu karena kekuatan NU ada pada keterlibatan jamaah Nahdlatul Ulama. “Setiap hari kita disuruh ngurus jamaah setiap hari, begitu muktamar jamaah gak diajak. Ini kan aneh. Jangan begitu karena kekuatan NU ada pada Jamaah. Jangan ketika muktamar jamaahnya gak diajak,” katanya.
Seperti diketahui, beberapa waktu sebelumnya, waktu penyelenggaraan Muktamar NU sempat menjadi muskilah tersendiri lantaran masih adanya Covid-19. Muktamar yang sejatinya diselenggarakan pada 2020 terpaksa ditunda karena alasan pandemi. Akibatnya masa jabatan pengurus terpaksa diperpanjang.
Waktu pelaksanaan muktamar kemudian diputuskan pada 23-25 Desember 2021 dalam rapat Munas-Konbes di Jakarta beberapa waktu lalu. Akan tetapi perkembangan situasi Covid-19 masih membuat waktu penyelenggaraan Muktamar baru akan final ditentukan setelah dibahas pada rapat PBNU Selasa, 7 Desember 2021.
(cip)
Lihat Juga :