Gus Muwafiq Berharap Muktamar NU Digelar Juni 2022

Jum'at, 03 Desember 2021 - 14:30 WIB
loading...
Gus Muwafiq Berharap...
Ulama NU asal Yogyarakarta KH Ahmad Muwafiq berharap Muktamar ke 34 NU digelar Juni 2022. Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Ulama NU asal Yogyarakarta KH Ahmad Muwafiq memohon kepada panitia Muktamar PBNU agar tidak tergesa-gesa dan eksklusif dalam menyelenggarakan Muktamar ke-34 NU di Lampung. Sebab menurutnya Muktamar yang digelar secara tergesa-gesa dan dan tertutup dikhawatirkan tidak akan melibatkan warga NU sehingga Muktamar NU terkesan hanya bermanfaat untuk pengurus NU, namun tidak untuk warga Nahdliyin.

Menurut Gus Muwafiq, inti dari keberhasilan Muktamar adalah keterlibatan sebagian warga NU dalam pesta Muktamar NU. Sebab selama ini yang menjadi penopang organisasi besar Nahdlatul Ulama adalah warga NU. Oleh karena itu, menurutnya sangat penting mempertimbangkan keterlibatan warga NU dalam meramaikan Muktamar di Lampung.

“Tanggal 17 atau 20 Desember kok mau dilaksanakan muktamar itu belum waktunya. Karena masyarakat yang mau mengaji bersama saya setiap hari ini ingin terlibat di muktamar NU. Mereka datang untuk jual nasi, jual odong-odong, atau apa saja,” ujar Gus Muwafiq di Jakarta, Kamis, 2 Desember 2021.

Baca juga: KH Said Aqil Siroj Surati Rais Aam PBNU Ajak Rapat Bahas Pelaksanaan Muktamar NU

Menurut dia, waktu yang tepat untuk menyelenggarakan muktamar adalah pada Juni 2022. Sebab pada bulan tersebut cuaca di Indonesia sudah memasuki musim panas dan warga NU diharapkan akan banyak yang terlibat meramaikan Muktamar NU. “Saya tetap menyarankan agar waktu pelaksanaan muktamar tetap dipertimbangkan. Kira-kira Juni (2022) biar bisa ikut semua. Terang suasananya, enggak hujan, enggak becek. Jamiyah dan muktamar itu seharusnya begitu. Itu lebih fair karena jamiyah bisa ikut,” tegasnya.

Baca juga: Gus Muhaimin Komentari Muktamar NU: Kalau Nggak Tahun Ini ya Tahun Depan

Lebih dari itu dia menyatakan esensi Muktamar tidak sekadar pemilihan pimpinan PBNU. Namun merupakan ajang besar yang ditunggu-tunggu warga nahdliyin secara luas. “Jangan Muktamar hanya memikirkan untuk memilih ketua saja. Rakyat yang selama ini menjadi penopang NU juga harus dipikirkan,” katanya.

Hal penting lain yang dia utarakan bahwa Muktamar merupakan ajang perputaran roda ekonomi bagi kalangan masyarakat bawah. Dia mengklaim Muktamar sebelumnya yang digelar di Jombang pada 2015 berhasil memutar roda ekonomi hingga Rp7 triliun. Hal itu sangat positif bagi warga Nahdliyin. “Yang di dalam ruang muktamar silakan ikut muktamar yang di luar silakan jualan. Ekonomi berputar. (Muktamar) Di Jombang tujuh triliun rupiah,” jelasnya.

Penyelenggaraan muktamar tanpa melibatkan warga menurut dia merupakan langkah ambigu karena kekuatan NU ada pada keterlibatan jamaah Nahdlatul Ulama. “Setiap hari kita disuruh ngurus jamaah setiap hari, begitu muktamar jamaah gak diajak. Ini kan aneh. Jangan begitu karena kekuatan NU ada pada Jamaah. Jangan ketika muktamar jamaahnya gak diajak,” katanya.

Seperti diketahui, beberapa waktu sebelumnya, waktu penyelenggaraan Muktamar NU sempat menjadi muskilah tersendiri lantaran masih adanya Covid-19. Muktamar yang sejatinya diselenggarakan pada 2020 terpaksa ditunda karena alasan pandemi. Akibatnya masa jabatan pengurus terpaksa diperpanjang.

Waktu pelaksanaan muktamar kemudian diputuskan pada 23-25 Desember 2021 dalam rapat Munas-Konbes di Jakarta beberapa waktu lalu. Akan tetapi perkembangan situasi Covid-19 masih membuat waktu penyelenggaraan Muktamar baru akan final ditentukan setelah dibahas pada rapat PBNU Selasa, 7 Desember 2021.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Nahdlatul Ulama: Pesantren...
Nahdlatul Ulama: Pesantren dan Kedaulatan Masyarakat Sipil
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Jelang Muktamar, Kiai...
Jelang Muktamar, Kiai Muda NU Konsolidasikan Gerakan Moral dari Solo Raya
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Rekomendasi
Aksi Pelemparan ke KRL...
Aksi Pelemparan ke KRL Masih Terjadi, KAI Commuter Ingatkan Pelaku Bisa Dipenjara 15 Tahun
3 Fakta Kepulauan Chagos...
3 Fakta Kepulauan Chagos yang Akan Dibeli AS, Salah Satunya Jadi Kekuatan Militer Amerika-Inggris
5 Fakta Trump Ingin...
5 Fakta Trump Ingin Membeli Kepulauan Chagos yang Sangat Strategis
Berita Terkini
Nadiem Berharap Divonis...
Nadiem Berharap Divonis Bebas Murni di Kasus Chromebook
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU Polri Jadi UU
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
MAKI Temukan Potensi...
MAKI Temukan Potensi Korupsi dalam Kepemilikan SPPG, Sahroni: Kejagung Wajib Usut!
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved