Begini Cara Aman PPLI Mengangkut Limbah B3

Kamis, 02 Desember 2021 - 16:30 WIB
Disinggung mengenai mekanisme pengirimannya dari perusahaan penghasil limbah hingga ke pusat pengolahan terpadu di PPLI Bogor, Farid menjelaskan limbah diambil dari klien menggunakan truk PPLI menuju depo terdekat. "Setelah terkumpul dan terklasifikasikan dalam jumlah tertentu barulah dikirimkan ke PPLI di Bogor," tuturnya.

Untuk pengiriman dari Surabaya, kata Farid, selain menggunakan transportasi truk, pihaknya juga mengangkut limbah tersebut dengan kereta api. "Jadi dari depo cukup kita bawa ke Stasiun Kalimas, dari sana kontainer atau ISO tank dipindahkan ke gerbong datar kereta. Nanti kami tinggal mengambilnya di Stasiun Nambo," paparnya.

Mencegah potensi kebocoran dalam perjalanan, PPLI melakukan pengawasan dan kontrol sejak proses pengemasan di perusahaan penghasil limbah hingga ke pengolahan di Bogor. "Untuk pengiriman menggunakan kereta, kontrol di lakukan penuh oleh PT KAI Logistik selaku operator moda kereta logistik. Mereka memiliki tim tanggap darurat juga," ucapnya.

Secara terpisah Depo Manager PPLI Welly Sitorus menegaskan, selain memastikan kemasan dari limbah yang diangkut, kondisi kendaraan terutama truk pengangkut benar-benar dikontrol. "Harus dipastikan (kendaraan) dalam kondisi prima, laik jalan dan tersedia spill kit dalam kendaraan truk. Sebelum mulai pengangkutan PPLI juga terlebih dulu melakukan journey management plan. Salah satunya untuk mensurvei jalur yang akan dilalui dan sejumlah akses alternatif bila nantinya rute utama ada hambatan," tuturnya.



Pengangkutan limbah menggunakan moda transportasi kereta api lebih cepat, efisien dan aman. (Dok. PPLI)

Ia juga menjelaskan PPLI saat ini memiliki sejumlah kendaraan truk khusus untuk limbah, diantaranya Hook lift Truck, Vacuum Truck, Drum Van, Truk tanki, Dump Truck, Prime Mover dengan trailer 20 feet dan 40 feet. " Ada kurang lebih 70 kendaraan milik PPLI tersebar di sejumlah depo, ditambah kendaraan pihak ketiga yang telah memenuhi kualifikasi yang disyaratkan," terangnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!