Lebih 20 Negara Laporkan Masuknya Varian Omicron, Terbaru Jepang
Rabu, 01 Desember 2021 - 18:59 WIB
Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi melaporkan per 1 Desember 2021 ini sebanyak lebih dari 20 negara telah melaporkan adanya varian Omicron. Foto/BNPB
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan per 1 Desember 2021 ini sebanyak lebih dari 20 negara telah melaporkan adanya varian Omicron . Terbaru Jepang menjadi salah satu negara yang melaporkan kasus Omicron.
“Saat ini per 1 Desember sudah lebih dari 20 negara ya, yang melaporkan adanya varian Omicron ini seperti Inggris, Austria, Italia, Jerman, Australia dan lain sebagainya. Hari ini ditambah negara Jepang yang melaporkan tambahan kasus Omicron,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (1/12/2021). Baca juga: Soal Pernyataan Jenderal Dudung, Imam Shamsi Ali: Tuhan Tidak Perlu Dikaitkan dengan Etnis
Nadia mengatakan kondisi ini sangat mungkin akan bertambah terus jumlahnya. “Dan kita melihat terjadi peningkatan kasus konfirmasi dari 161 kasus menjadi 249,” katanya.
Namun, Nadia meminta masyarakat agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan. “Tentunya kita tidak perlu panik tetapi kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan kita,” paparnya.
“Saat ini per 1 Desember sudah lebih dari 20 negara ya, yang melaporkan adanya varian Omicron ini seperti Inggris, Austria, Italia, Jerman, Australia dan lain sebagainya. Hari ini ditambah negara Jepang yang melaporkan tambahan kasus Omicron,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (1/12/2021). Baca juga: Soal Pernyataan Jenderal Dudung, Imam Shamsi Ali: Tuhan Tidak Perlu Dikaitkan dengan Etnis
Nadia mengatakan kondisi ini sangat mungkin akan bertambah terus jumlahnya. “Dan kita melihat terjadi peningkatan kasus konfirmasi dari 161 kasus menjadi 249,” katanya.
Namun, Nadia meminta masyarakat agar tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan. “Tentunya kita tidak perlu panik tetapi kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan kita,” paparnya.
Lihat Juga :