Soal Pernyataan Jenderal Dudung, Imam Shamsi Ali: Tuhan Tidak Perlu Dikaitkan dengan Etnis

Rabu, 01 Desember 2021 - 14:42 WIB
loading...
Soal Pernyataan Jenderal Dudung, Imam Shamsi Ali: Tuhan Tidak Perlu Dikaitkan dengan Etnis
Imam Masjid New York Shamsi Ali mengomentari pernyataan KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman perihal berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia karena Tuhan kita bukan orang Arab. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman perihal berdoa dengan menggunakan bahasa Indonesia karena Tuhan kita bukan orang Arab menuai komentar dari sejumlah kalangan. Salah satunya dari Imam Masjid New York Shamsi Ali .

Imam Shamsi Ali mengatakan tidak mempermasalahkan pernyataan Jenderal Dudung yang berdoa menggunakan bahasa Indonesia. Hanya saja, dia menganggap mengaitkan Tuhan dengan etnis tertentu kurang elok. Baca juga: Berdoa Pakai Bahasa Indonesia, Jenderal Dudung: Tuhan Kita Bukan Orang Arab

"Bapak Jenderal, berdoa pakai bahasa apa saja tidak masalah. Tapi tidak perlu Tuhan dikaitkan dengan etnis/bangsa," ujarnya lewat cuitan di akun @ShamsiAli2, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, pernyataan Jenderal Dudung soal Tuhan bukan orang Arab adalah keliru. Dia menuturkan Tuhan tidak bisa dibatasi oleh etnis dan ras.

"Statemen Jenderal Keliru: 1) Tuhan memang pastinya bukan orang. Karena bukan orang maka 2) Tuhan tidk dibatasi oleh kebangsaan/etnis/ras," jelasnya.

Imam Shamsi Ali menyarankan mantan Pangkostrad itu fokus dalam tugas menyelesaikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua ketimbang membuat pernyataan kontroversial.

"Baiknya tuntaskan KKB di Papua," tegasnya.

Sebelumnya, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman berbagi pandangan mengenai ajaran Islam. Dudung pun menceritakan bagaimana dirinya berdoa seusai salat.

"Kalau saya berdoa setelah salat, doa saya simpel aja, ya Tuhan pakai bahasa Indonesia saja, karena Tuhan kita kan bukan orang Arab," ucap Dudung. Baca juga: KSAD Jenderal Dudung: Coba Rizieq Pulang Enggak Usah Jelek-jelekin Pemerintah

Serayakan menengadahkan tangannya, mantan Pangdam Jaya kembali melanjutkan doa-doanya yang biasa dibacakan seusai salat. "Saya pakai bahasa Indonesia, ya Tuhan ya Allah SWT saya ingin membantu orang, saya ingin menolong orang itu saja doanya, itu saja," kata Dudung.
(kri)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1682 seconds (11.210#12.26)