Kompolnas Minta Propam Selidiki Prosedur Penembakan oleh Ipda OS
Rabu, 01 Desember 2021 - 06:44 WIB
Poengky menyebutkan yang perlu dilihat dari kasus ini adalah apakah benar ada tindakan pengejaran atau pengintaian dari beberapa orang di beberapa mobil terhadap Ipda OS. Selanjutnya yang harus ditelusuri juga apakah benar ada dugaan pengeroyokan terhadap Ipda OS.
”Apakah benar ada keributan dan ancaman penabrakan. Dan apakah Ipda OS dalam melakukan penembakan sesuai prosedur atau tidak. Propam perlu memeriksa apakah penembakkan sesuai SOP atau tidak. Jadi kita perlu menunggu hasil pemeriksaan," pungkas Poengky.
Baca juga: 4 Fakta Oknum Polisi Tembak 2 Pria di Bintaro, Nomor 2 Pemicu Penembakan
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan latar belakang kasus penembakan di exit tol Bintaro Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada 27 November 2021 lalu.
Dari hasil pemeriksaan, anggota Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS diketahui menembak kedua korban bermula dari adanya aduan seseorang berinisial O yang merasa dirinya terancam. "Masyarakat merasa dirinya terancam karena pelapor diikuti dari mulai satu hotel di Sentul kemudian diikuti oleh beberapa unit mobil," ujar Tubagus saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa, 30 November 2021.
”Apakah benar ada keributan dan ancaman penabrakan. Dan apakah Ipda OS dalam melakukan penembakan sesuai prosedur atau tidak. Propam perlu memeriksa apakah penembakkan sesuai SOP atau tidak. Jadi kita perlu menunggu hasil pemeriksaan," pungkas Poengky.
Baca juga: 4 Fakta Oknum Polisi Tembak 2 Pria di Bintaro, Nomor 2 Pemicu Penembakan
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengungkapkan latar belakang kasus penembakan di exit tol Bintaro Pondok Pinang, Jakarta Selatan pada 27 November 2021 lalu.
Dari hasil pemeriksaan, anggota Patroli Jalan Raya Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS diketahui menembak kedua korban bermula dari adanya aduan seseorang berinisial O yang merasa dirinya terancam. "Masyarakat merasa dirinya terancam karena pelapor diikuti dari mulai satu hotel di Sentul kemudian diikuti oleh beberapa unit mobil," ujar Tubagus saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa, 30 November 2021.
Lihat Juga :