Menag Sebut Pesantren Garda Terdepan Dalam Membangun Islam Moderat
Selasa, 30 November 2021 - 07:13 WIB
Menag mengatakan pesantren yang merupakan lembaga pendidikan keislaman yang khas asli (indigenous) Indonesia ini juga telah memainkan perannya sebagai penjaga kemanusiaan dan kebangsaan di tengah masyarakat Indonesia yang plural. "Di samping berkarakter ke-Indonesia-an, pesantren senantiasa mentransmisikan pemahaman Islam yang ramah, damai, toleran, saling menghargai, dan tidak ektrem," ujarnya.
Baca juga: Mantan Menag Sebut 3 Tantangan Kehidupan Beragama di Indonesia
Yaqut menjelaskan, Indonesia sebagai negara muslim terbesar memiliki karakter damai, santun, toleran, dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan serta kebangsaan. Hal ini tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Setidaknya, terdapat empat teori masuknya Islam ke Indonesia. Pertama, teori India (Gujarat). Kedua, teori Arab (Mekkah). Ketiga, Persia (Iran). Keempat, teori Tiongkok.
Baca juga: Mantan Menag Sebut 3 Tantangan Kehidupan Beragama di Indonesia
Yaqut menjelaskan, Indonesia sebagai negara muslim terbesar memiliki karakter damai, santun, toleran, dan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan serta kebangsaan. Hal ini tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke Indonesia. Setidaknya, terdapat empat teori masuknya Islam ke Indonesia. Pertama, teori India (Gujarat). Kedua, teori Arab (Mekkah). Ketiga, Persia (Iran). Keempat, teori Tiongkok.
(cip)
Lihat Juga :