Muktamar Ditunda, Abdul Hamid: NU Tetap Butuh Pemimpin yang Manajerial

Jum'at, 19 November 2021 - 10:31 WIB
Dia berharap Muktamar NU ke-34 bisa menghasilkan ketua umum PBNU yang punya sifat keteladanan serta bermanfaat bagi warga nahdliyin dan seluruh rakyat Indonesia. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia.

Maka itu, karena NU sebagai organisasi Islam terbesar, maka peranan pemimpinnya sangat strategis dalam membantu pemerintah untuk menciptakan stabilitas keamanan negara maupun keamanan dunia internasional agar tercipta perdamaian dan kebersamaan yang hakiki. "Maka menjadi modal bagi pemerintah untuk membangun dalam suasana damai dan dapat dijadikan dasar untuk meyakinkan dunia usaha di mancanegara untuk berinvestasi di Indonesia," katanya.

Sebab, jika Indonesia aman, maka akan tercipta banyak lapangan pekerjaan, jumlah pengangguran berkurang dan mengurangi angka kemiskinan yang dampaknya terhadap peningkatan sumber pendapatan negara dan kesejahteraan rakyat.

Sehingga, kata dia, apa yang menjadi tujuan negara dan visi misi Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dapat terwujud, yakni terciptanya stabilitas keamanan negara dan terwujudnya kesejahteraan rakyat Indonesia. "Untuk itu saya mengajak kita semua sebagai warga bangsa Indonesia agar mendoakan semoga memberikan pemimpin yang terbaik bagi NU untuk kebaikan rakyat, serta bangsa dan negara kita tercinta," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!