Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Minggu, 07 Juni 2026 - 15:56 WIB
loading...
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Mashum Faqih mengusulkan penguatan tata krama organisasi sebagai salah satu rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) di Ploso. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma'shum Faqih mengusulkan penguatan tata krama organisasi sebagai salah satu rekomendasi Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) di Ploso, Kediri, 20-21 Juni 2026. Dia berpendapat, organisasi yang kuat tidak hanya ditopang oleh tata kelola yang baik, tetapi juga oleh budaya adab yang hidup di dalamnya.
"Organisasi bisa memiliki aturan dan sistem yang baik. Namun, ketika adab mulai ditinggalkan, berbagai persoalan akan mudah muncul. Karena itu, tata kelola harus berjalan beriringan dengan tata krama," kata Gus Ma'shum di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Gagasan tersebut disampaikan di tengah dinamika internal NU yang belakangan menjadi perhatian publik. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar, tetapi harus dikelola melalui musyawarah, saling menghormati, dan menjaga marwah jam'iyah.
Baca juga: Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
"Organisasi bisa memiliki aturan dan sistem yang baik. Namun, ketika adab mulai ditinggalkan, berbagai persoalan akan mudah muncul. Karena itu, tata kelola harus berjalan beriringan dengan tata krama," kata Gus Ma'shum di Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Gagasan tersebut disampaikan di tengah dinamika internal NU yang belakangan menjadi perhatian publik. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar, tetapi harus dikelola melalui musyawarah, saling menghormati, dan menjaga marwah jam'iyah.
Baca juga: Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Lihat Juga :