Menimbang Calon Ketua Umum PBNU, Kiai Said atau Gus Yahya

Kamis, 18 November 2021 - 16:11 WIB
Ulama asal Cirebon ini telah memimpin PBNU selama 2 periode. Kiai Said berhasil terpilih kembali pada Muktamar ke-33 di Jombang lewat kemenangan meyakinkan atas pesaing-pesaingnya. Tidak seperti Muktamar sebelumnya, jalan Kiai Said pada Muktamar ke-34 diprediksi lebih sulit dan terjal. Salah satu yang memberatkan adalah status sebagai petahana selama 2 periode berturut-turut mendorong warga NU menyuarakan regenerasi di tubuh organisasi.

Selain alasan regenerasi, keinginan pergantian di pucuk pimpinan PBNU karena Kiai Said dianggap melakukan praktik politik praktis karena menerima posisi Komisaris Utama PT KAI.

Kiai Said juga kerap menuai kritik atas pernyataannya. Salah satunya pada 18 Oktober 2021, ia berujar bahwa "Semua jabatan keagamaan harus dari orang NU, kalau nggak nanti salah semua". Pernyataan ini dianggap mendiskreditkan tokoh-tokoh muslim lain. Statement ini banyak menuai kritik, salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pernyataan kotroversial lainnya ketika Kiai Said muncul dalam sebuah video singkat mengatakan, "Tak ada ayat Alquran yang menerangkan Allah itu ada. Sekarang saya tanya Allah itu ada gak? Di Alquran tuh ga ada. Pasti baru tahu kan, baru dengar kan?" kata Said Aqil dalam video berdurasi 57 detik tersebut.

Baca juga: Muktamar NU Ditunda, Pelaksanaannya Diputuskan 31 Januari 2022



b. KH Yahya Cholil Staquf

Gus Yahya menjabat sebagai Katib Aam PBNU Periode 2015-2020. Dia merupakan kader NU yang memiliki hubungan kekeluargaan atau kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Sosok Gus Yahya sering dikaitkan dengan kedekatannya dengan Yahudi. Kunjungannya ke Israel pada 2018 menjadi jejak digital Gus Yahya yang disorot warga NU. Saat itu Gus Yahya memegang posisi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!