Gatot Nurmantyo soal Patung Museum Kostrad: Nanti Orang Aceh Ambil Monas

Jum'at, 29 Oktober 2021 - 20:19 WIB
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menilai tidakk masuk akal penjelasan mengenai hilangnya tiga patung di Museum Dharma Bhakti Kostrad. Foto/youtube AF Uncensored
JAKARTA - Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo selalu lantang bicara tentang komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal, hampir semua orang sepakat komunisme telah bangkrut dan ambruk.

Gara-gara sikapnya itu, Gatot dihujani kritik dari berbagai kalangan. Gatot disebut sebagai pensiunan jenderal TNI yang kurang kerjaan dan kebanyakan tidur, hanya bangun di bulan September.



Tetapi Gatot tetap saja bicara soal G30S/PKI di mana-mana, kendati tidak populer di kepala generasi milenial, yang berarti pula tidak populis bagi orang yang disebut punya ambisi politik seperti dirinya.

Baca juga: HUT Ke-76 TNI, Fahri Hamzah Pamer Foto Istimewa Bersama Gatot Nurmantyo

”Saya menyampaikan ini bukan karena apa-apa. Jangan sampai peristiwa kelam itu terulang kembali. Jangan sampai abai, abai adalah awal dari kehancuran. Ini sudah sejak 1926, lalu 1948, 1965. Sudahlah, sekarang saatnya melupakan peristiwa masa lalu, tetapi tidak menghilangkan sejarah,” tutur Gatot dalam video akun youtube Akbar Faizal, Jumat (29/10/2021).

Gatot melihat ada indikasi-indikasi sehingga merasa harus memberi peringatan. ”Yang bikin saya berteriak itu kan karena di Markas Kostrad. Saya ngomong seperti itu karena tidak ada yang boleh berbicara. Berarti ada proses intimidasi. Boleh dong saya punya intuisi, pribadi saya ini,” kata presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!