Temukan Kasus COVID-19, Lembaga Eijkman Telah Periksa 6.124 Sampel

Rabu, 22 April 2020 - 12:19 WIB
Alat ini mampu bekerja secara otomatis untuk ekstraksi dan memiliki sistem pemurnian. “Semula kapasitas ekstrasi hanya 180 sampel per hari, sekarang bisa menjadi 325 sampel per hari. Deteksi dengan metode PCR, ya,” ucap Amin.

Alat tersebut merupakan bantuan dari BIN yang digunakan sejak awal April lalu. Dengan bertambahnya satu mesin QRT PCR, menjadikan lembaga Eijkman memiliki tiga buah mesin QRT PCR saat ini.

Sementara itu, LBM Eijkman juga berkontribusi untuk menyediakan VTM, Viral Transport Medium bagi fasilitas pelayanan kesahatan di seluruh Indonesia. VTM ini merupakan media untuk menyimpan spesimen virus corona SARS-CoV-2 yang diambil dari swab.

“Sampai saat ini LBM Eijkman telah mendistribusikan sebanyak 40.000 tabung VTM ke 31 provinsi yang ada di Indonesia. Dengan kapasitas tersebut di atas, maka Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menyumbangkan atau berkontribusi dalam memberikan sample COVID sebanyak kurang lebih 15% dari kapasitas nasional,” ujar Amin.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini ada 48 laboratorium yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan COVID-19 di Indonesia. Kapasitas deteksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini, secara molekuler di LBM Eijkman akan terus ditingkatkan seiring dengan semakin tingginya jumlah kasus yang harus diperiksa. “Sehingga, penanganan pasien COVID-19 diharapkan dapat segera teratasi dengan pengobatan yang baik dan benar,” tutup Amin.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!