93 Tahun Sumpah Pemuda, Ini 13 Tokoh Pentingnya

Rabu, 27 Oktober 2021 - 05:30 WIB
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo lahir di Cepu, Jawa Tengah pada 7 Januari 1905. Dia adalah salah satu tokoh penting penyusunan naskah Sumpah Pemuda. Ia sempat tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto sekaligus menjadi sekretaris pribadinya.

Di masa kemerdekaan, Kartosoewirjo dikenal sebagai tokoh Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Sejak awal, Kartosoewirjo menginginkan Indonesia menjadi negara berdasarkan Islam. Karena itu, dia menolak tawaran menteri kabinet Amir Sjarifoeddin. Dia lalu membentuk kelompok Darul Islam dan melakukan perlawanan terhadap pemerintah Indonesia dari tahun 1949 hingga 1962. Kartosoewrjo meninggal setelah dieksekusi mati di Pulau Seribu pada 5 September 1962.

10. Kasman Singodimedjo



Foto/wikipedia

Kasman Singodimedjo lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 25 Februari 1904. Dalam Kongres Pemuda II, dia terlibat sebagai wakil dari Jong Islamieten Bond. Setelah Indonesia merdeka, dia pernah menjabat sebagai jaksa agung periode 1945-1946 dan Menteri Muda Kehakiman Kabinet Amir Sjarifuddin II, serta Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat), cikal bakal DPR.

Kasman Singodimedjo meninggal dunia pada 25 Oktober 1982 dan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2018.

Baca juga: Jejak HOS Tjokroaminoto, Raja Jawa Tanpa Mahkota Gurunya Soekarno, Muso, Semaun, dan Kartosuwiryo

11. Mohammad Roem



Foto/wikipedia

Lahir pada 16 Mei 1908 di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Mohammad Roem merupakan aktivis pemuda sekaligus mahasiswa hukum. Selama masa kebangkitan nasional Indonesia, dia aktif di beberapa organisasi seperti Obligasi Jong Islamieten pada tahun 1924 dan Sarekat Islam pada tahun 1925.

Pada masa kemerdekaan, Roem dikenal sebagai salah satu diplomat ulung Indonesia di meja perundingan melawan Belanda. Selama masa kepemimpinan Presiden Soekarno, Roem dipercaya menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Dalam Negeri.

12. Adnan Kapau Gani



Foto/wikipedia

Pria bernama asli Adnan Kapau Gani ini merupakan aktivis pemuda kelahiran Palembang, Sumatra Selatan pada 1905 yang bergerak lewat Jong Sumatra Bond yang juga hadir dalam Kongres Pemuda II. Dikenal sebagai dokter, politisi, sekaligus tokoh militer Indonesia, Gani pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II.

Setelah revolusi berakhir pada 1949, Gani menjadi Gubernur Militer Sumatera Selatan dan diangkat menjadi rektor Universitas Sriwijaya pada 1954. Gani wafat pada 23 Desember 1968.

13. Sie Kong Liong



Foto/ist

Sie Kong Lian merupakan pemuda keturunan Tionghoa kelahiran 3 Januari 1878 yang menyediakan rumahnya di Jalan Kramat Raya 106 sebagai tempat Kongres Pemuda II. Setelah

Atas prakarsa Soenario, rumah Sie Kong Liong dipugar Gubernur DKI Ali Sadikin dan ditetapkan menjadi Gedung Sumpah Pemuda dan berubah nama menjadi Museum Sumpah Pemuda.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!