Mengaktualisasikan Kembali Gagasan Seni Rupa Basuki Resobowo
Senin, 25 Oktober 2021 - 18:57 WIB
(dari kiri ke kanan) Henk Ngantung, Presiden Sukarno, Basuki Resobowo, dan Hendra Gunawan saat meninjau Pameran Lekra tahun 1961. foto/Perpustakaan Nasional Indonesia
JAKARTA - Pameran Hasil Lokakarya Kurasi Kurator Muda 2021: B Resobowo dihadirkan Galeri Nasional Indonesia, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek , pada 22 Oktober-5 November 2021. Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian program Lokakarya Kuratorial Galeri Nasional Indonesia 2021: Kurasi Kurator Muda.
baca juga: Manifesto VII, Langkah Berani Galeri Nasional di Tengah Pandemi
Kurator pameran, Umi Lestari, mengatakan Pameran B. Resobowo berangkat dari penelusuran, pencatatan, dan pendokumentasian arsip Basuki Resobowo (1916-1999). Basuki Resobowo merupakan nasionalis, pemikir seni, seniman, penata artistik film, dan aktivis dari masa Hindia Belanda hingga menjadi seniman eksil pada periode Orde Baru.
“Secara garis besar, kuratorial pameran ini berangkat dari upaya untuk mengaktualisasikan kembali gagasan Basuki Resobowo tentang seni dan budaya pada umumnya. Basuki Resobowo memiliki pandangan untuk meranahkan seni rupa Indonesia sebagai bagian dari seni rupa dunia. Ia meyakini bahwa seni di Indonesia itu hybrid, sehingga dalam surat-menyuratnya dengan Oesman Effendi yang dipresentasikan dalam pameran ini, ia menolak ajakan untuk kembali mencari identitas asli seni Indonesia,” papar Umi.
Untuk menelisik kembali gagasan Basuki Resobowo dalam seni rupa, pameran ini menampilkan satu lukisan yang penetapannya sebagai koleksi negara melibatkan Basuki Resobowo sebagai bagian tim akuisisi karya yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia pada 1947. Lukisan tersebut berjudul Gadis yang saat ini menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia.
baca juga: Manifesto VII, Langkah Berani Galeri Nasional di Tengah Pandemi
Kurator pameran, Umi Lestari, mengatakan Pameran B. Resobowo berangkat dari penelusuran, pencatatan, dan pendokumentasian arsip Basuki Resobowo (1916-1999). Basuki Resobowo merupakan nasionalis, pemikir seni, seniman, penata artistik film, dan aktivis dari masa Hindia Belanda hingga menjadi seniman eksil pada periode Orde Baru.
“Secara garis besar, kuratorial pameran ini berangkat dari upaya untuk mengaktualisasikan kembali gagasan Basuki Resobowo tentang seni dan budaya pada umumnya. Basuki Resobowo memiliki pandangan untuk meranahkan seni rupa Indonesia sebagai bagian dari seni rupa dunia. Ia meyakini bahwa seni di Indonesia itu hybrid, sehingga dalam surat-menyuratnya dengan Oesman Effendi yang dipresentasikan dalam pameran ini, ia menolak ajakan untuk kembali mencari identitas asli seni Indonesia,” papar Umi.
Untuk menelisik kembali gagasan Basuki Resobowo dalam seni rupa, pameran ini menampilkan satu lukisan yang penetapannya sebagai koleksi negara melibatkan Basuki Resobowo sebagai bagian tim akuisisi karya yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia pada 1947. Lukisan tersebut berjudul Gadis yang saat ini menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia.
Lihat Juga :