Politisi Harus Bangun Kepercayaan Publik dengan Pendekatan Personal

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 19:19 WIB
Pakar Komunikasi Institut Komunikasi & Bisnis LSPR Jakarta Nico Wattimena mengimbau kepada para politisi agar membangun kepercayaan publik dengan pendekatan personal. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Di era post truth atau kondisi di mana masyarakat lebih percaya dan membenarkan ajakan, seruan, hasutan atau propaganda pihak tertentu atas dasar emosi dan kesamaan kayakinan personal maka siapapun harus mempersiapkan diri dengan membangun kepercayaan publik .

“Artinya, untuk mendapatkan kepercayaan publik, komunikasi yang dibangun dan disampaikan ke masyarakat harus sesuai dengan hati nurani dan nilai-nilai transparansi, kebenaran, dan keabadian. Kuncinya, langkah kongkret yang harus dilakukan politisi adalah tidak takut dengan kesalahan, originalitas, dan pendekatan secara personal serta transparansi,” kata pakar Komunikasi Institut Komunikasi & Bisnis LSPR Jakarta Nico Wattimena di Jakarta, Jumat (15/10/2021).



Nico menyarankan, langkah nyata yang harus dilakukan pihak-pihak yang akan terlibat dalam Pemilu 2024 agar bisa lebih disiplin dan menahan diri mengingat, agenda pemilu masih panjang dan tetap bisa menjaga kepercayaan konstituen dengan kerja nyata. Termasuk tidak menyebarkan isu-isu yang tidak produktif dan membingungkan masyarakat. Baca juga: Pemerintah Perlu Lakukan Komunikasi Krisis untuk Tingkatkan Kepercayaan Publik

“Para politikus terutama elite politik bisa menjadikan model kedisiplinan pelaksanaan pemilu untuk menjadi landasan membina para calon pemilih di masyarakat. Sampaikan komunikasi politik yang santun dengan kerja nyata dan buktikan kepada masyarakat agar tetap mendapat kepercayaan di pemilu mendatang,” terangnya.

Dia mencontohkan langkah Ketua DPR Puan Maharani yang dalam beberapa bulan terakhir aktif terjun ke masyarakat, melakukan kunjungan kerja dan pengawasan secara langsung di sejumlah lokasi vaksinasi massal dan menggelar beberapa kegiatan dengan sejumlah lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Baca juga: Puan Tanam dan Jajan Jagung Bareng Jokowi di Sorong Papua

Langkah ini, kata dia, dianggapnya lebih nyata dan positif dalam membina hubungan personal dengan pemilihnya. Kehadiran pejabat publik, baik legislatif maupun eksekutif sangat urgen dan penting dalam meredam peredaran hoaks yang bertebaran di masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!