Soal Sel Mewah Lapas Cipinang, Kriminolog: Buktikan Aja Langsung ke Dalam

Jum'at, 15 Oktober 2021 - 20:29 WIB
Kriminolog Australian National University Leopold Sudayyono mengatakan Pihak-pihak yang mengklaim adanya sel-sel mewah di dalam Lapas Kelas I Cipinang harus dapat membuktikan keberadaan sel tersebut kepada masyarakat agar hal ini tidak menjadi fitnah.
JAKARTA - Pihak-pihak yang mengklaim adanya "sel-sel mewah" di dalam Lapas Kelas I Cipinang harus dapat membuktikan keberadaan sel tersebut kepada masyarakat agar hal ini tidak menjadi fitnah. Hal ini menanggapi beredarnya video YouTube tentang adanya "sel mewah" dan "jual beli narkoba" seperti yang diungkapkan akun YouTube Narasi Newsroom.

“Saya rasa kalau ada pihak-pihak yang menyatakan adanya sel-sel mewah di dalam Lapas Cipinang, kita bisa membuktikan dengan cara melakukan kunjungan langsung ke dalam lapas. Sebab sepengetahuan saya yang sering bolak-balik ke sana dalam rangka membuat cetak biru kemasyarakatan, sel-sel tersebut tidak ada,” ujar Kriminolog Australian National University Leopold Sudayyono kepada wartawan, Jumat (15/10/2021). Baca juga: Sidak di Lapas Cipinang, Ini Temuan Direktur Kamtib Ditjen PAS



Dikatakan dia, jika ada pihak-pihak yang punya kecurigaan dengan hal itu tentu akan sangat mudah untuk dibuktikan apakah kecurigaan itu benar atau tidak. “Kan kita tahu sebuah sel mewah tidak bisa diadakan atau dihilangkan dalam waktu yang singkat. Jadi saran saya, pihak yang mencurigai (baik internal maupun eksternal) silakan meninjau langsung dan dibuktikan saja agar tidak menjadi fitnah dan Kalapas Cipinang juga pasti sangat terbuka untuk hal itu,” jelas peneliti dari Asia Foundation ini.

Selain itu, pria yang akrab disapa Leo ini menuturkan mengenai apakah benar “sel mewah” ini ada atau tidak sebenarnya bisa dilihat dari Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) Lapas Cipinang. “Karena di sana ada manajemen kamar, di sana bisa kelihatan penghuni kamar-kamar itu. Kalau sebuah kamar masuk kategori hijau berarti sudah ideal, kalau kategori merah berarti over kapasitas. Semua bisa dengan mudah terlacak. Bagi saya, dugaan-dugaan boleh saja, namun harus dibuktikan supaya jangan sekadar jadi rumor,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!