Cegah Paham Radikalisme, Kelompok Moderat Harus Aktif Berdakwah

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 20:41 WIB
Sekertaris BPET MUI M. Najih Arromadloni meminta kelompok moderat untuk aktif berdakwah di kementerian dan lembaga untuk mencegah radikalisme. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Riset Alvara Research Center pada 2018 lalu menyebut 19,4% Aparatur Sipil Negara (ASN) terindikasi paham radikal dan intoleran. Terkait hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan agar kelompok moderat aktif berdakwah.

Sekertaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI) M. Najih Arromadloni menilai perlunya peran aktif kelompok moderat untuk menghadapi fenomena ini. Terlebih dia juga mengafirmasi bahwa radikalisasi ini sudah masuk ke dalam semua lini, sehingga tidak ada lini yang steril termasuk ASN, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), TNI maupun Polri.



“Kelompok moderat harus aktif untuk berdakwah di kementerian-kementerian, lembaga-lembaga negara dan juga di perusahaan-perusahaan BUMN. Karena saat ini kelompok moderat itu terlalu pasif dalam mengisi kegiatan keagamaan di instansi/Lembaga negara, di samping itu kelompok moderat ini perlu juga berdakwah di sosial media,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (9/10/2021). Baca juga: Infiltrasi Kelompok Radikal Kepada Aparatur Negara Kerap Tak Disadari

Dia melanjutkan, faktor lain yang juga mendorong mudahnya kelompok radikal menyebarkan paham radikal dan intoleran di instansi atau lembaga negara adalah terkait pola rekrutmen kelompok tersebut yang sengaja menyasar unsur kekuatan negara (tholabun nusrah) dan bahkan mereka sengaja masuk menjadi bagian dari unsur kekuatan negara untuk dapat menginfiltrasi negara dari dalam. “Ini sangat membahayakan ketika aparatur kita khususnya TNI-Polri sudah teradikalisasi. Ini sangat membahayakan dan kasus ini sudah banyak terjadi di banyak negara salah satunya di Mesir,” ujar pria yang akrab disapa Gus Najih ini. Baca juga: Konten Radikal-Terorisme Meningkat saat Pandemi, BNPT Pantau 399 Grup Medsos
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!