Ongkos Sosio-Kultural Era New Normal

Selasa, 02 Juni 2020 - 09:08 WIB
Foto/Koran SINDO
Fajar S Pramono

Peminat tema sosial ekonomi, alumnus UNS Surakarta



Meskipun polemik masih ramai terjadi, tampaknya pemerintah telah berbulat tekad. Era normal baru harus segera dimulai, jika kita tidak ingin kehidupan ekonomi menjadi stagnan dan semakin parah.

Tulisan ini tidak akan membahas pro kontra atas kapan waktu tertepat pembukaan gerbang era new normal itu. Yang pasti, saat itu segera tiba. Bukan semata karena keinginan pemerintah, tapi lebih karena “tuntutan” sosial dan ekonomis ketika di sekitar kita ada ancaman wabah dan potensi krisis.

Ongkos Perubahan

Sebuah perubahan pasti menuntut “ongkos”. Konsekuensi. Dan, ongkos itu tidak semata ongkos ekonomik. Tapi ada ongkos sosial, juga ongkos kultural. Ongkos sosial merupakan suatu konsekuensi logis aspek sosial kemasyarakatan dari adanya perubahan. Sementara ongkos kultural merupakan konsekuensi perubahan dalam aspek kebudayaan, adat istiadat dan tradisi. Ada banyak contoh pada kedua konsekuensi ini. Namun dari sekian banyak ongkos sosio-kultural yang ada, tulisan ini hanya akan menyoroti dua “ongkos utama” dari penetapan era kenormalan baru akibat pandemi Covid-19 ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!