Gubernur Lemhanas Tegaskan Pancasila Jadi Falsafah Hadapi Pandemi Covid-19

Senin, 01 Juni 2020 - 22:36 WIB
Keadaan ini, kata Agus, menunjukkan suatu bangsa dituntut untuk menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaannya untuk dapat mengatasi tantangan pandemi Covid-9. Keadaan ini mengandung semua nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam Pancasila yaitu efektivitas pemerintahan yang berpadu dengan kepercayaan dan kepatuhan rakyatnya terhadap semua ketentuan yang diterbitkan pemerintah.

“Kesadaran pada masyarakat untuk menghubungkan kepentingan perorangan dengan kepentingan masyarakat dengan menjauhi sikap mementingkan diri sendiri, yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri,” kata Agus.

Hal ini, ungkap Agus juga dapat dicontohkan pada putusan pemerintah untuk tetap di rumah, tidak mudik dan menghadiri kerumunan. Ketentuan seperti itu bukan saja untuk mencegah diri sendiri agar tidak tertular tetapi juga untuk memutus rantai penularan terhadap orang lain. “Merupakan cerminan dari nilai terdalam yang ada dalam kearifan lokal kita termasuk yang terkandung dalam Pancasila yaitu gotong royong atau kebersamaan,” jelasnya.

Perwujudan dari nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal, tambah Agus bukan saja menunjukkan bahwa semua bisa melaksanakan gotong-royong yang merupakan perwujudan dari kearifan lokal dan nilai yang terdalam dari Pancasila. Tetapi dalam penyelenggaraan fungsi pemerintahan mewujudkan ketahanan nasional.

“Dimana ketahanan nasional adalah upaya untuk mendayagunakan seluruh potensi dan aset bangsa guna mengatasi ancaman gangguan hambatan dan tantangan. Hanya apabila ketahanan nasional diwujudkan melalui sumbangan masing-masing perseorangan dapat segera memulihkan kondisi dari ancaman pandemi Covid-19,” tegas Agus.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!